Entah kenapa aku sama sekali tak merasa takut atau panik ketika sukmaku melayang layang di atas komplek perumahan Dieng Tidar ini , justru aku malah menikmati pemandangan malam yang tampak begitu menakjubkan dari atas sini... rembulan yang tampak malu malu di balik awan itu terlihat begitu anggun dan mempesona , saking takjub aku memandanginya hingga tak terasa sukmaku melayang lebih jauh lagi , namun tiba tiba ada yang mencengkeram kaki kiriku... ternyata Bang Renggo menyusulku dan kini ia menggenggam erat tangan kiriku agar sukmaku ini tak melayang lebih jauh lagi.
Renggo : " pendik gak bisa keluar vig , sukmanya nyantol "
Me : " oh ?!? "
Renggo : " kita nikmatin aja pemandangan ini vig "
Me : " iya bang , indah juga ya "
Renggo : " lu tau di alam semesta ini ada banyak hal luar biasa yang bakalan bikin kita jadi takjub "
Me : " ?!?! "
Renggo : " tubuh kita itu cuma daging yang membatasi gerak kita , cuma daging yang bakalan busuk di dalem kuburan "
Me : " ?!?! "
Renggo : " sekarang lu udah tau gimana rasanya kan ?! "
Me : " iya bang , gw ngerasa bebas lepas "
Renggo : " gravitasi udah gak berlaku lagi buat sukma kita , kita keliling aja gimana ? "
Me : " kemana bang ?! "
Renggo : " udah lu ngikut gw pokoknya "
Me : " manut bos "
Kali ini Bang Renggo menggenggam tanganku lebih erat lagi dan kemudian ia melesat terbang meninggalkan komplek perumahan ini , hingga tanpa kusadari kami telah berada tepat di atas monumen Tugu balaikota.
Me : " iini tugu kan bang ?! "
Renggo : " iya vig , kita melayang di atasnya sekarang "
Rasanya sungguh menakjubkan sekali bisa menyaksikan monumen Tugu balaikota dari atas sini , seumur umur baru kali ini aku bisa melakukan hal yang tampak mustahil untuk dilakukan ini.
Renggo : " inget vig , semua ini baru awal aja "
Me : " ?!?! "
Renggo : " suatu saat lu bakalan tau sendiri kayak apa alam semesta yang luar biasa ini "
Me : " iiya bang "
Tanpa banyak kata lagi kami berdua mulai terdiam mengamati keadaan di bawah kami , kilauan lampu warna warni di sekeliling monumen Tugu itu sungguh terlihat indah dari atas sini , sementara jalanan di sekelilingnya tampak begitu lengang karena malam sudah larut.
Renggo : " ayo kita cabut vig ! "
Me : " kemana lagi bang ? "
Renggo : " kita ke alun alun kota mbatu "
Me : " kejauhan bang "
Renggo : " ha.. ha.. jangankan kota batu vig , kuala lumpur aja gw sambangin kok "
Me : " ahh mosok bang ?!?! "
Sukar dipercaya kali ini Bang Renggo mengajakku terbang menuju kota Batu , entah bagaimana caranya tiba tiba ia terbang melesat dengan begitu cepatnya " wuzzz !!!.. " tak kusangka hanya dalam sekejap kami telah tiba di alun alun kota Batu yang tampak lengang... dari atas sini kami dapat melihat wahana bianglala yang tampak menjulang tinggi serta 3 buah patung apel raksasa yang berada tepat di tengah alun alun itu.
Renggo : " kalo cuma kota batu enteng vig "
Me : " hebat bos !! "
Momen pertama astral projection ini terasa begitu menakjubkan sekaligus sulit untuk dicerna dengan nalar , tapi siapa peduli soal nalar ?!?!.... eksistensi sukma tak bisa dibatasi dengan nalar yang berada di otak.
Renggo : " itu toiletnya keren bentuknya kayak buah , ayo kita turun ke sono ! "
Me : " oyi "
Dengan tetap menggenggam tangan kiriku kali ini Bang Renggo turun ke alun alun , kami mendarat tepat di depan deretan toilet yang berbentuk seperti buah buahan macam strawberry dan juga apel... agak aneh juga rasanya berada di sini saat tengah malam begini.
Renggo : " ayo kita ke sana aja vig "
Me : " ke patung apel bang ? "
Dengan santai Bang Renggo melayang rendah sambil menggandeng tanganku menuju patung 3 apel raksasa yang berada di tengah alun alun ini , begitu tiba kami langsung mendarat tepat di atasnya dan kemudian duduk duduk sambil menikmati suasana malam yang begitu sunyi.
Renggo : " kita udah buktiin sendiri kan vig kalo alam astral emang beneran ada "
Me : " iya bang "
Renggo : " manusia itu dibatasi panca inderanya doang , gak bakalan bisa tau beginian kalo ngga punya rasa penasaran sama ngga pernah ngasah kemampuan "
Me : " gw ngerti bang "
Renggo : " ada banyak banget pertanyaan dalam hidup ini , ada banyak misteri di alam semesta ini , trus ada banyak hal yang susah dipahamin sama manusia , hal yang cuma didebatin doang tapi gak pernah dibuktiin sendiri bener apa nggak "
Me : " ??!! "
Renggo : " paling ngga dengan sukma ini kita bisa menyingkap apa apa yang bikin kita penasaran , yang gak terjangkau keterbatasan fisik kita "
Sesaat Bang Renggo menatapku dengan tatapan yang tampak bijak , sebelum akhirnya ia tersenyum penuh optimisme.
Renggo : " suatu saat lu gak akan mandang dunia ini dengan cara yang sama kayak biasanya , lu akan mandang dunia ini dengan cara yang beda... lu akan punya perspektif sendiri vig "
Me : " maksudnya bang ?! "
Renggo : " biarin waktu yang ngasih lu jawaban "
Perkataan Bang Renggo barusan terasa sulit untuk kupahami apa maksudnya , kurasa apa yang baru saja kumulai ini adalah titik awal dari sebuah gambaran besar bernama alam semesta yang pada akhirnya akan tersingkap sepenuhnya suatu saat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar