Kini gerombolan kami telah tiba di kosannya Arul dan sejenak kami duduk di teras sambil membahas uji nyali tadi , sementara beberapa cewe memutuskan untuk pulang duluan ke kosannya masing masing , begitu juga dengan Novia... ia menghampiriku untuk pamit namun aku mencegahnya , aku berniat mengajaknya nongkrong sebentar di warung lesehan sepanjang jl Bendungan Sutami yang buka hingga jam 3 pagi.
Novia : " tapi ini udah malem loh mas "
Me : " bentar aja nov , cuma sejam doang "
Novia : " gimana ya ?!... tapi ntar pulangnya mas anterin aku ke kosan temenku ya ?! "
Me : " gampang nov "
Novia : " bentar ya mas aku bilangin temenku dulu "
Pucuk dicinta ulampun tiba , ternyata Novia bersedia kuajak nongkrong di warung sebentar.... kini lekas kubilang pada teman temanku agar menungguku di kosannya Arul ini.
Pendik : " wancik kon vig , kok yo iso entuk kodew "
(wancik kamu vig , kok ya bisa dapet cewe)
Me : " yo sek njajal pedekate iki ndik , mangkane tak jak ngipok sedelut "
(ya mau nyoba pedekate iki ndik , makanya aku ajak ngopi sebentar)
Zul : " mau selingkuh ya vig ?!... udah punya cewe masih nyari lagi kamu ini "
Niken : " iya tuh zul , uhh dasar lu buaya darat vig !!... trus kita pulangnya mesti nungguin lu ?! "
Me : " cuma bentar doang nik , paling gak sampe jam 1 udah balik gw "
Niken : " awas kalo kelamaan vig !!... gw bilangin rani tau rasa lu ! "
Pendik : " iyo vig , ojok suwe suwe kon ! "
(iya vig , jangan lama lama kamu !)
Me : " oyi bro "
Kuabaikan teman temanku yang merasa agak gusar karena harus menungguku , langsung saja kunyalakan mesin mobilku dan kemudian kubuka pintu sebelah kiri buat Novia , begitu doi telah duduk anteng di sebelahku aku langsung memacu mobilku keluar dari gang 6 Sumbersari.
Novia : " kita di warung yang mana mas ? "
Me : " nyari yang agak sepi nov "
Dengan laju santai kusetir mobilku melintasi jl Bendungan Sutami yang tampak lengang , sebelum akhirnya kuputuskan untuk berhenti di sebuah warung lesehan depan ruko.
Dengan lekat kuperhatikan paras ayu Novia saat ia tengah mereguk moccacinonya , sementara di dalam hatiku timbul rasa yang sulit untuk kuredam... rasa dimana aku ingin memiliki dirinya dan menjadikannya tambatan hatiku yang baru , walaupun aku juga tak tau apakah ia sudah ada yang punya atau belum.
Novia : " hhmm... jadi anget rasanya mas "
Me : " kamu ngga pengen maem ? "
Novia : " ngga deh mas , aku loh takut ndut "
Me : " eh iya , kalo kamu ndut ntar jadi kayak nunung srimulat dong.. he.. he.. "
Novia : " yee ngenyek kamu mas ! "
Gelak canda tawa antara kami berdua mewarnai menit demi menit yang berlalu , rasanya aku ingin segera melancarkan rayuan mautku pada Novia tapi entah kenapa tak kunjung kulakukan juga... aku merasa agak grogi dengannya.
Novia : " mas vig , aku loh pinter bikin brownies "
Me : " oh brownies coklat ya nov ? "
Novia : " iya mas , kalo temen temenku ngumpul di rumah budheku pasti acaranya bikin brownies "
Me : " emang enak brownies bikinanmu ? "
Novia : " enakk banget pokoknya mas , ntar kapan kapan kamu nyobain ya mas ? "
Me : " okeh non , tapi makannya disuapin ya ? "
Novia : " yee !!.. makan brownies aja pake disuapin , manja banget kamu tuh mas "
Me : " ya udah kalo ngga mau nyuapin aku ngga mau maem browniesmu "
Novia : " iya iya ntar aku suapin deh mas , huh dasar cowo manja ! "
Kurasa tak sulit untuk menggaet cewe yang satu ini , tapi memang segalanya butuh proses yang tidak instant.... lebih baik pelan pelan saja yang penting kesampaian.
Novia : " udah jam 1 lewat nih mas , ayuk pulang sekarang aja deh mas ! "
Me : " oh cepet amat udah jam 1 nov "
Novia : " ayukz mas anterin ke kosan temenku !!.. ntar dikunci lagi pintunya "
Me : " oyi oyi , let's go ! "
Saking asiknya ngobrol tak terasa sudah jam 1 lewat , dengan berat hati aku harus mengakhiri acara ngopi bersama Novia... segera saja kuantar doi menuju kosan temennya di gang 1 Sumbersari yang letaknya berdekatan dengan kampus 2 UMM.
Novia : " dah mas , ini nih kosan temenku "
Me : " eh nov aku belum punya nomermu "
Novia : " oh iya ya lupa , cepetan simpen mas !!.. aku bacain nih "
Dengan terburu Novia membacakan nomer ponselnya dan kemudian ia bergegas keluar dari mobilku , entah kenapa aku merasa berat harus berpisah dengannya.
Novia : " mas , ntar sore telpon aku ya ?! "
Me : " oke non ! "
Novia : " dah mas ya aku masuk dulu "
Sebelum membuka pintu pagar Novia memberikanku seberkas senyuman yang begitu manis , senyuman yang membuat hatiku terasa kian bergejolak dan kian sulit untuk kuredam.... sungguh aku benar benar jatuh cinta padanya dan ingin sekali memiliki dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar