ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar akhir tahun 2011 ketika aku masih kuliah semester 9
Kutatap seberkas pelangi yang tergores di langit selepas hujan mereda sore ini , indah kilau warnanya meresap ke dalam kalbuku dan memberikanku energi yang tak terkira... merah , jingga , kuning , hijau , biru , nila , ungu.... warna warna itu ternyata mengaktifkan chakra chakra dalam diriku secara berurutan , satu persatu dari bawah ke atas... Muladhara , Swadistama , Manipura , Anahata , Visudhi , Ajna , Sashahara... dapat kurasakan aliran energinya yang benar benar membangkitkanku dan menyatukanku kembali dengan sang macrocosmos , perputaran atom atom dalam diriku kini telah selaras dengan perputaran planet planet di tata surya.
Steve : " kita udah bertasbih lagi mas , udah thawaf lagi sama semesta "
Me : " ternyata bener kata lu tadi , pelangi emang punya keajaibannya sendiri stiv "
Steve : " itu rahasianya mas "
Menit demi menit terus berlalu , perlahan pelangi itu mulai memudar lalu menghilang begitu saja... usai sudah kunikmati keindahan dan keajaibannya , dalam hatiku terucap rasa terima kasih terhadap alam semesta yang menyajikannya padaku sore ini.
Me : " kita kemana lagi stiv ? "
Steve : " aku janji mau ngunjungin temenku "
Me : " dimana ? "
Steve : " dia udah nunggu di pantai kartini "
Me : " pantai kartini itu mana stiv ? "
Steve : " di rembang mas , masak gak tau "
Me : " deketnya cepu itu ya ? "
Steve : " iya mas , deket blora juga "
Steve berniat mengajakku pergi ke pantai Kartini yang berada di kabupaten Rembang , ada seorang teman yang telah menunggunya di sana... lekas saja kupegangi tangan kiri Steve seerat eratnya lalu " wuuuzzz !!! " sukma kami melesat dengan sangat cepat hingga keadaan sekeliling menjadi blur selama beberapa detik , sebelum akhirnya kembali normal dan kudapati keadaan yang berbeda daripada sebelumnya.... kini kami berdua tengah melayang rendah di atas tugu berbentuk lilin yang berdiri menjulang di tengah tengah perempatan jalan , sementara bangunan di sekeliling tugu ini didominasi oleh pertokoan dan juga pasar.
Me : " mana temen lu ?! "
Steve : " dia nungguin di pantai , ayo ke sana mas ! "
Dari tugu berbentuk lilin kami beranjak terbang mengitari jalanan kota ini yang tak seramai kota Malang , hanya sedikit kendaraan yang berlalu lalang di sepanjang jalan , selain itu tak kudapati bangunan megah macam mall atau plaza.
Me : " orang sini kalo mau shopping susah nih stiv "
Steve : " namanya juga kota kecil mas , beda sama malang "
Me : " di malang malah kebanyakan mall stiv "
Jarak menuju pantai ternyata tak terlalu jauh dari tugu lilin tadi , kini kami telah mencapai pertigaan yang dilalui bus dan truk besar sementara di seberang jalan raya kulihat sebuah loket dan gapura yang bertuliskan 'Pantai Kartini'
Me : " enak stiv , pantainya deket sama kota "
Steve : " ngga perlu mblusuk ke pelosok kayak di malang ya mas "
Sayup sayup terdengar suara deru ombak di kejauhan yang seolah memanggil kami untuk segera menginjakkan kaki di pantai itu , tanpa berlama lama kami segera menyeberangi jalan raya dan kemudian masuk begitu saja tanpa membayar tiket.
Kini kami tiba di area taman bermain anak yang tak jauh dari tepi pantai , di sekeliling kami terdapat berbagai mainan anak macam ayunan , perosotan , mandi bola dan lainnya... namun yang menyita perhatianku adalah sebuah jangkar raksasa yang tertanam di sebuah pendopo kecil.
Me : " stiv , itu jangkar apaan ?!... gede amat "
Steve : " jangkar kapalnya laksamana cheng ho itu mas "
Me : " cheng ho ?! "
Steve : " dulu cheng ho pernah ndarat di pantai ini "
Me : " trus jangkarnya ketinggalan ?! "
Steve : " panjang ceritanya mas "
Saking penasarannya aku langsung melayang menuju pendopo kecil itu , ternyata ukuran jangkar ini benar benar besar sekali sementara seluruh permukaannya tampak berkarat... namun aku merasa ada yang aneh saat aku berdiri di sebelah jangkar raksasa ini , seolah ada pendaran energi yang menerpa sukmaku secara terus menerus hingga terasa seperti hembusan angin yang tak kunjung berhenti.
Me : " energinya kuat stiv "
Steve : " ada khodamnya di dalam jangkar itu "
Me : " khodam ?!.. siluman ?! "
Steve : " siluman tapi udah dimuslimin sama sunan bonang , katanya buat nungguin jangkar itu "
Me : " kok ngga mau keluar khodamnya ?! "
Steve : " dia takut kalo kita bakalan musnahin dia "
Me : " ngapain takut sama kita stiv ?! "
Menurut Steve pendaran energi yang kurasakan ini berasal dari khodam yang bersemayam di dalam jangkar raksasa , tapi ia tak mau menampakkan diri karena takut terhadap kami.... hal seperti ini selalu membuat kami kesulitan untuk bertemu makhluk astral di lapisan bawah , sama halnya dengan siluman penunggu pohon angsana di kota Batu.
Steve : " temenku ada di pinggir laut , ayo ke sana mas ! "
Me : " oke "
Tanpa berlama lama kami segera beranjak meninggalkan area taman bermain , sambil melayang kuamati suasana pantai ini yang tampak sepi dan juga agak kumuh , banyak bangunan usang yang dicoreti Pilox dan juga sampah yang berserakan dimana mana.
Steve : " itu mas temenku lagi duduk di pager , namanya chen li sa "
Me : " chen li sa ?!.. orang cina ? "
Steve : " anaknya pengusaha kota ini mas , nama indonya lala "
Sosok yang dimaksud oleh Steve ternyata adalah seorang cewe keturunan Tionghoa yang bernama Chen Li Sa atau Lala , kulihat di kejauhan ia tampak duduk termenung di atas pagar tembok sembari memandangi hamparan lautan.
Me : " tu cewe masih muda stiv , kok bisa ngastral juga ? "
Steve : " lala udah dari kecil bisa ngastral mas "
Me : " wih bakat alami dong ? "
Steve : " iya mas , ayo kita cepet samperin aja ! "
Cewe berjaket orange itu sama sekali tak menyadari jika kami berdua telah melayang beberapa meter di belakangnya , ia masih duduk termenung menatap deburan ombak yang bergulung gulung di hadapannya.
Steve : " tunggu sini bentar ya mas , aku mau kagetin dia "
Me : " oke "
Perlahan Steve melayang semakin dekat dengan cewe itu , sebelum akhirnya ia mencolek pinggangnya dan membuatnya terkaget kaget... dari sini aku tertawa geli melihat reaksinya sementara Steve hanya terkekeh kekeh saja di sebelahnya , namun tak lama kemudian aku dibuat terkejut dengan tingkah cewe itu , dengan manja ia memeluk Steve seerat eratnya sebelum akhirnya mereka berdua berciuman bibir " what the fuck ?!?.. " ternyata Steve membohongiku , ia bilang cewe itu adalah temannya tapi ternyata ?!?... tak kusangka jika Steve ternyata memacari cewe bernama Lala itu.
Aku merasa dibohongi Steve dan keberadaanku di sini hanyalah sebagai obat nyamuk saja , kini aku cuma duduk termenung di atas pagar tembok sementara Steve dan pacarnya itu tengah asik berlarian di tepi pantai.... Lala berlari kesana kemari sementara Steve mengejarnya hingga tertangkap dan kemudian memeluknya sambil tertawa riang , raut muka mereka tampak bahagia seakan dunia ini hanya milik mereka berdua... sepasang sejoli itu benar benar sedang dimabuk asmara.
Permukaan air laut tampak berkilauan terpantul cahaya senja di ufuk barat , sementara suasana terasa begitu tenang dan melenakan..... kini Steve memeluk Lala dari belakang sambil melayang rendah di atas permukaan air laut , sementara aku masih duduk di sini sambil menahan rasa kesal sekaligus iri , mereka bersenang senang sendiri dan mengabaikan keberadaanku seolah aku dianggap tak ada.... satu satunya yang bisa membuatku senang adalah memandangi suasana sekitar pantai ini , di sebelah barat tampak perahu perahu nelayan yang tengah melaut , ada juga beberapa anak kecil beserta orang tuanya yang tampak asik bermain bola plastik tak jauh dari sini , sementara beberapa pemuda tampak asik berenang di tepian pantai sebelah timur... deburan ombak yang relatif kecil membuat pantai ini aman buat berenang , beda dengan laut selatan yang ombaknya besar dan sering memakan korban yang konon menjadi tumbal bagi Ratu Kidul... mungkinkah pantai ini juga dikuasai oleh ratu lelembut lainnya ?!... kurasa aku akan membuktikannya sendiri tak lama lagi.
Matahari nyaris tenggelam saat Steve dan Lala kembali duduk di pagar tembok bersamaku , dengan sinis aku menatap muka Steve yang tampak cengengesan.
Me : " ciiee !!... asik banget nih pacarannya "
Steve : " he.. he.. sori mas "
Me : " aku ora po po stiv , santai bro.. ha.. ha.. "
Lala : " hi.. hi.. sori ya kak , kan aku lagi kangen kangenan sama mamas "
Me : " no problemo "
Sekilas kutatap lagi paras orientalnya gadis bernama Lala ini , matanya tak terlalu sipit dan pipinya agak dekik kalau lagi tertawa... ia tampak seperti versi remaja dari bintang sinetron Chika Jessica , tak salah kalau Steve menjadikannya pacar.
Me : " kok bisa pacaran sama steve ? "
Lala : " kan kita ketemu pas di lumpur lapindo "
Steve : " inget pas dulu kita liat ulat buanyak itu mas ?!.. ya pas bersih bersih di sana aku ketemu sama lala "
Lala : " jijik banget ya mas tuh ulatnya "
Me : " oh kamu bisa musnahin ulat itu juga ?! "
Lala : " bisa kok , tapi gak sebanyak mamas... paling cuman bisa musnahin 20 an thok "
Ternyata perkenalan mereka terjadi di lumpur Lapindo yang dipenuhi ulat ulat gaib itu , ada gunanya juga Steve rutin ke sana buat bersih bersih... sepertinya pertemuan mereka memang telah digariskan oleh yang Maha Kuasa.
Lala : " aku taun depan mau kuliah di malang juga kak , biar bisa deket sama mamas "
Me : " ha.. ha.. steve ini playboy lho , pacarnya banyak "
Steve : " ngawur mas.. ha.. ha.. "
Me : " emang udah dari kecil kamu bisa ngastral la ? "
Lala : " iya , dulu sih pas aku masih sd kak "
Me : " kok bisa ya la ?! "
Lala : " keluargaku banyak yang bisa rogo sukmo kak , udah keturunan dari nasabnya ibu "
Berbincang dengan Lala membuatku mengerti bahwa kemampuan astral projectionnya didapat dari faktor keturunan , enak juga kalo punya keluarga isinya orang sakti semua , gak perlu capek capek latihan udah jago ngastral.
Steve : " udah maghrib mas "
Me : " kita ngapain lagi abis ini ? "
Lala : " aku mau ngajak nyelam ke laut kak "
Me : " hah ?!.. nyelam ke laut ?!.. emang bisa ?! "
Steve : " kita masuknya di lapisan atas mas "
Me : " emang kita bisa masuk lapisan atas ?! "
Lala : " ntar biar aku yang bukain kak "
Me : " hah ?!.. kamu bisa bukain portal ke lapisan atas ?! "
Lala : " iyaa , gampang kok kak "
Aku benar benar tercengang mendengar apa yang dipaparkan oleh Lala , siapa sangka jika gadis semuda ini bisa membuka portal ke lapisan teratas dimensi astral.... selama ini aku tak pernah bisa melakukannya karena memang di luar kemampuanku , bahkan Steve dan Bang Renggo hanya bisa sesekali saja masuk ke lapisan atas.
Me : " sakti bener cewe lu stiv ?! "
Steve : " he.. he... makanya aku pacarin mas , biar aku bisa sering sering masuk lapisan atas "
Lala : " mamas sih udah pernah aku ajakin nyelam ke laut juga kak "
Me : " emang ada apaan di dalem laut ?! "
Lala : " mmm... ada deh pokoknya "
Me : " jadi penasaran nih la "
Entah apa yang tersembunyi di balik lautan hingga aku dibuat penasaran olehnya , bisa saja ada kerajaan gaib seperti di pantai selatan atau mungkin ada makhluk mitologi yang menghuni dasar laut.
Lala : " mamas udah siap ?! "
Steve : " siap dong yang "
Lala : " aku mau bukain lapisan tengah dulu "
Me : " emang gak bisa langsung ke lapisan atas ?! "
Lala : " ya gak bisa dong kak , kan mesti urut bukanya "
Kini kami bertiga beranjak terbang menuju tepian pantai yang mulai tampak gelap ini , kami melayang di atas gulungan ombak sementara si Lala mulai mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi , sekejap kemudian muncul lobang portal di langit yang memancarkan sinar jingga kekuningan.
Lala : " aku duluan ya yang masuk ?! "
Me : " oke , lady first "
Satu persatu dari kami mulai memasuki lobang portal yang dibuat Lala , kini langit tak lagi tampak gelap namun telah berubah jadi jingga secara keseluruhan.
Me : " di karang kates lapisan kedua ada kampungnya stiv , di sini kok gak ada ?! "
Steve : " beda lah mas , di laut adanya cuma lapisan atas doang... unsur energinya sama dengan air laut "
Lala : " aku buka lagi ya ?! "
Me : " oyi "
Aku merasa agak deg degan saat Lala mengangkat kedua tangannya lagi , selama ini aku belum pernah sekalipun memasuki lapisan teratas dimensi astral sehingga aku benar benar penasaran ingin tau seperti apa keadaannya... kini kupersiapkan diri agar tidak terlalu nggumun saat memasuki dimensi itu , hingga akhirnya Lala berhasil menciptakan lobang portal di langit yang memancarkan sinar hijau kebiruan.
Me : " kok ada sinar ijonya stiv ?! "
Steve : " itu kan pancaran warna langitnya mas , ayo masuk sekarang ! "
Satu persatu dari kami mulai memasuki lobang portal itu , begitu masuk mataku langsung terbelalak menatap langit yang kini berwarna hijau kebiruan.
Me : " baru tau gw la , langitnya ijo kayak gini "
Lala : " ha.. ha.. baru tau ya kak ?!.. ya kayak gini ini langitnya alam astral paling atas "
Steve : " lapisan ini energinya 100 % positif , gak ada makhluk jahat sama sekali di sini "
Cukup lama aku bengong mengamati langit yang berwarna hijau kebiruan , sebelum akhirnya perhatianku tertuju pada sebuah menara kayu yang menyembul dari permukaan laut.
Me : " itu menara apaan stiv ?! "
Steve : " itu tiang kapal pengiringnya cheng ho "
Me : " kapal pengiring cheng ho ?! "
Steve : " kata lala kapal itu disembunyiin di lapisan atas "
Lala : " iya kak , kata kakekku sih laksamana cheng ho sempet perang sama sunan bonang trus kapal yang itu gak bisa jalan gara gara jangkarnya gak bisa ditarik "
Me : " jangkar gede yang di pendopo tadi punyanya kapal itu ?! "
Lala : " iya kak , cuma jangkarnya aja yang gak bisa masuk ke alam astral.. akhirnya ditemuin sama nelayan pas pantainya surut "
Steve : " proses dematerialisasi sih mas , molekul atom padat dirubah jadi halus "
Aku masih tercengang menatap tiang kapal yang menyembul dari permukaan laut itu , saking tingginya aku sempat mengira jika itu adalah sebuah menara... bisa kupastikan bahwa kapal yang tengah karam di balik lautan berukuran sangat besar , apalagi Lala juga bilang kalau jangkar raksasa di pendopo tadi adalah kepunyaannya kapal itu.
Lala : " kita nyelam sekarang yuk ! "
Me : " nyelam ?!... kalo mati gimana ?! "
Lala : " ha.. ha.. nyelam di alam astral ngga butuh oksigen kak "
Steve : " iya mas , biasa aja "
Me : " kalo ada monster laut gimana ?! "
Lala : " ha..ha.. gak ada monsternya kak , adanya bikini bottom sama krusty krab... ntar kita makan krabby patty ya ?! "
Me : " ha.. ha.. ha.. "
Steve : " ayo deh mas , aku gandeng kalo takut nyelam "
Lala : " ayukz cepetan mas ! "
Tanpa banyak kata lagi si Lala langsung menukik menuju permukaan air laut " byuuar !! " sekejap kemudian aku dan Steve segera menyusulnya " byuuarr !!... byuaar !!... " kini kami bertiga telah berada di dalam lautan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar