MALANG MYSTERIO - Eric dan Katrina part 5

Selama beberapa hari aku dan Danang sengaja tak mengunjungi Eric , kami biarkan ia merenungi pertemuannya dengan Katrina dan kami biarkan ia mengambil hikmahnya.

Danang : " kok eric ngga nelpon atau sms kita ya vig ? "

Me : " mana pernah dia hubungin kita nang ? "

Danang : " gw pengen tau aja kayak gimana eric sekarang , masih tetep depresi apa ngga ya ? "

Me : " gw juga pengen tau sebenernya , udah hampir seminggu kita gak ketemu dia "

Danang : " apa sore ini aja ya kita ke sono lagi ? "

Me : " gimana enaknya ? "

Danang : " ke sono aja lah vig "

Me : " yo wes "

Sejujurnya kami merasa ingin tau perubahan apa yang terjadi pada Eric sekarang ini , semoga kini ia benar benar telah mampu melihat segalanya dengan jernih , bahwa masih ada kehidupan yang harus dilanjutkannya... kehidupan baru yang tak lagi dicengkeram oleh kegetiran , kehampaan dan juga keputusasaan.

Tepat jam setengah 5 sore kami telah tiba di kosannya Eric , segera saja kami menuju kamarnya namun ternyata pintunya terkunci " dukk !!... dukk !!... dukk !!.. ric !!. eric !!.. " berkali kali kuketuk pintu dan kupanggil namanya namun tetap tak ada sahutan sama sekali.

Mas A : " nyari eric mas ? "

Danang : " iya mas "

Mas A : " udah keluar dari kosan ini mas anaknya , udah 4 harian lah "

Danang : " hah ?!.. yang bener mas ?! "

Mas A : " aku ngga ketemu sama dia , pak kos yang bilang kalo kamarnya eric sekarang udah kosong , dia cuma ngembaliin kunci kamar sambil bayar tunggakan kos "

Me : " pindah kemana mas ? "

Mas A : " pas ditanya pak kos katanya mau pulang kampung ke pontianak "

Aku dan Danang benar benar shock saat mendapati Eric telah pergi , kami tidak menyangka kalau ia akan pergi begitu saja tanpa memberitahu kami.... entah apa yang ada di pikirannya sekarang ini hingga ia memutuskan untuk pulang ke Pontianak.

Danang : " tau gini kita ke sini terus vig "

Me : " gw ngga ngerti kalo bakalan kayak gini nang "

Danang : " trus gimana nih sekarang ? "

Me : " babah nang "

Dengan rasa sesal kami meninggalkan kosan Eric , jika tau bakal begini tentu kami akan mengunjunginya setiap hari seperti biasanya.

Danang : " paling dia ke kuburannya katrina vig , atau nyari keluarganya "

Me : " moga aja dia gak kenapa napa nang "

Yang kami bisa saat ini hanyalah mencoba untuk tetap positive thinking , Eric punya rencananya sendiri dan semoga saja rencana itu adalah permulaan dari kehidupan barunya.

Kepergian Eric secara tiba tiba sungguh terasa mengganjal di pikiranku , ia menghilang begitu saja tanpa pamit dan nomor ponselnya tak lagi aktif... terdesak oleh rasa ingin tau yang teramat besar akhirnya kuputuskan untuk mencarinya secara astral saja , paling tidak aku akan merasa tenang jika Eric tak kenapa napa.

Steve : " sekarang mas ? "

Me : " oke "

Danang : " gw tunggu di luar "

Waktu telah menunjukkan jam setengah 11 malam ketika aku dan Steve berhasil melepas sukma , segera saja kubayangkan wajah Eric lalu " wuuzzz !!! " kami melesat sangat cepat entah kemana , selama beberapa detik keadaan sekeliling menjadi blur sebelum akhirnya normal kembali , rupanya kami tiba di depan sebuah poskamling yang suasananya cukup gelap dan sepi , sementara di hadapan kami tampak sosok ceking Eric yang meringkuk menahan dingin sambil memeluk tas ranselnya erat erat.

Steve : " itu eric mas "

Me : " ini dimana stiv ? "

Steve : " gak tau mas "

Sesaat aku celingukan mengamati keadaan sekeliling yang cukup gelap dan sepi , ketika kubaca plang di sebuah toko tampak tertulis kota Pontianak , ternyata Eric telah berada di kampung halamannya.

Steve : " kenapa kok ngga pulang ke rumahnya aja mas ? "

Me : " gw gak ngerti , lagian keluarganya berantakan stiv "

Sejenak kami berdiri mematung di depan poskamling ini dan menatap Eric lekat lekat , sebelum akhirnya kami dikejutkan dengan kemunculan arwah Katrina yang menembus dinding poskamling.

Steve : " katrina ?! "

Katrina : " kkak steve ya ?!.. kak vigo ?!... kok bisa ke sini ?! "

Me : " kita nyariin eric "

Katrina : " kak eric bilang mau nyari mamah "

Me : " emang mamahmu dimana ? "

Katrina : " aaku juga ngga tau kak "

Steve : " alamatnya ada kan ? "

Katrina : " mamah udah gak tinggal sama papah , abis cerai mamah pindah rumah tapi pas kak eric datengin udah pindah lagi "

Rupanya Eric tengah berusaha mencari mamanya yang entah ada dimana alamatnya , sayang kami tak bisa membantu sama sekali... tak ada lagi yang bisa kami lakukan selain membiarkan Eric terus berusaha mencari mamanya.

Katrina : " kaak ?!.. aaku pengen bisa ngomong sama nyentuh kak eric lagi... kayak pas di malang itu "

Steve : " gak bisa katrina "

Katrina : " ttapi kaak aku bener bener pengen !!.. hikz !... hikz !... "

Steve : " gak ada lagi orang yang bisa kamu pake badannya katrina "

Katrina : " ttubuhku ?!?.... aaku mau tubuhku balik kaak !!... hikz !.. kkenapa harus gini ?!?... hikz !.. "

Steve : " tubuhmu udah dikubur katrina , gak mungkin bisa balik "

Katrina : " aaku pengen hidup lagi kaak !!.. hikz !... aaku pengen hidup sama kak eric lagi !!... hikz !.. hikz !... "

Steve : " aku bukan tuhan katrina , maaf aku gak bisa hidupin kamu "

Sungguh memilukan melihat Katrina menangis tersedu sedu di sebelah Eric , permintaannya yang mustahil jelas tidak bisa kami penuhi... apa boleh buat Katrina harus menerima kondisinya saat ini , dimana ia tak lagi punya raga fisik dan harus terpisah dimensi dengan kakaknya itu.

Steve : " kita balik sekarang aja mas "

Me : " ini gimana stiv ? "

Steve : " biarin aja , kapan kapan kita cek lagi , yang penting udah jelas eric ada dimana "

Me : " yo wes "

Terpaksa kami tinggalkan Katrina yang masih menangis tersedu sedu , tak ada lagi yang bisa kami perbuat untuknya... maafkan kami Katrina.

Hari demi hari berlalu dengan tenang , aku dan Danang tak lagi terlalu memikirkan Eric , yang penting ia telah memiliki tujuan yang jelas walaupun tampak sulit untuk terwujudkan.

Danang : " kira kira eric udah ketemu mamanya belum ya vig ? "

Me : " moga aja udah nang "

Danang : " pontianak itu gede lho vig , alamat mamanya aja dia gak punya "

Me : " ya paling dia ke rumahnya siapa gitu nang , omnya atau tantenya "

Danang : " tapi seenggaknya eric udah ada di kampungnya ya vig , paling ngga ada temen lamanya yang bisa nampung dia "

Me : " kita gak usah pikirin lagi nang , eric tau apa yang mesti dilakuin "

Hanyalah doa saja yang bisa kami panjatkan kepada teman kami itu , semoga ia mendapatkan apa yang dicarinya dan terbangkitkan lagi semangatnya menggapai kehidupan baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar