Selama beberapa hari aku dan Danang sengaja tak mengunjungi Eric , kami biarkan ia merenungi pertemuannya dengan Katrina dan kami biarkan ia mengambil hikmahnya.
Danang : " kok eric ngga nelpon atau sms kita ya vig ? "
Me : " mana pernah dia hubungin kita nang ? "
Danang : " gw pengen tau aja kayak gimana eric sekarang , masih tetep depresi apa ngga ya ? "
Me : " gw juga pengen tau sebenernya , udah hampir seminggu kita gak ketemu dia "
Danang : " apa sore ini aja ya kita ke sono lagi ? "
Me : " gimana enaknya ? "
Danang : " ke sono aja lah vig "
Me : " yo wes "
Sejujurnya kami merasa ingin tau perubahan apa yang terjadi pada Eric sekarang ini , semoga kini ia benar benar telah mampu melihat segalanya dengan jernih , bahwa masih ada kehidupan yang harus dilanjutkannya... kehidupan baru yang tak lagi dicengkeram oleh kegetiran , kehampaan dan juga keputusasaan.
Tepat jam setengah 5 sore kami telah tiba di kosannya Eric , segera saja kami menuju kamarnya namun ternyata pintunya terkunci " dukk !!... dukk !!... dukk !!.. ric !!. eric !!.. " berkali kali kuketuk pintu dan kupanggil namanya namun tetap tak ada sahutan sama sekali.
Mas A : " nyari eric mas ? "
Danang : " iya mas "
Mas A : " udah keluar dari kosan ini mas anaknya , udah 4 harian lah "
Danang : " hah ?!.. yang bener mas ?! "
Mas A : " aku ngga ketemu sama dia , pak kos yang bilang kalo kamarnya eric sekarang udah kosong , dia cuma ngembaliin kunci kamar sambil bayar tunggakan kos "
Me : " pindah kemana mas ? "
Mas A : " pas ditanya pak kos katanya mau pulang kampung ke pontianak "
Aku dan Danang benar benar shock saat mendapati Eric telah pergi , kami tidak menyangka kalau ia akan pergi begitu saja tanpa memberitahu kami.... entah apa yang ada di pikirannya sekarang ini hingga ia memutuskan untuk pulang ke Pontianak.
Danang : " tau gini kita ke sini terus vig "
Me : " gw ngga ngerti kalo bakalan kayak gini nang "
Danang : " trus gimana nih sekarang ? "
Me : " babah nang "
Dengan rasa sesal kami meninggalkan kosan Eric , jika tau bakal begini tentu kami akan mengunjunginya setiap hari seperti biasanya.
Danang : " paling dia ke kuburannya katrina vig , atau nyari keluarganya "
Me : " moga aja dia gak kenapa napa nang "
Yang kami bisa saat ini hanyalah mencoba untuk tetap positive thinking , Eric punya rencananya sendiri dan semoga saja rencana itu adalah permulaan dari kehidupan barunya.
Kepergian Eric secara tiba tiba sungguh terasa mengganjal di pikiranku , ia menghilang begitu saja tanpa pamit dan nomor ponselnya tak lagi aktif... terdesak oleh rasa ingin tau yang teramat besar akhirnya kuputuskan untuk mencarinya secara astral saja , paling tidak aku akan merasa tenang jika Eric tak kenapa napa.
Steve : " sekarang mas ? "
Me : " oke "
Danang : " gw tunggu di luar "
Waktu telah menunjukkan jam setengah 11 malam ketika aku dan Steve berhasil melepas sukma , segera saja kubayangkan wajah Eric lalu " wuuzzz !!! " kami melesat sangat cepat entah kemana , selama beberapa detik keadaan sekeliling menjadi blur sebelum akhirnya normal kembali , rupanya kami tiba di depan sebuah poskamling yang suasananya cukup gelap dan sepi , sementara di hadapan kami tampak sosok ceking Eric yang meringkuk menahan dingin sambil memeluk tas ranselnya erat erat.
Steve : " itu eric mas "
Me : " ini dimana stiv ? "
Steve : " gak tau mas "
Sesaat aku celingukan mengamati keadaan sekeliling yang cukup gelap dan sepi , ketika kubaca plang di sebuah toko tampak tertulis kota Pontianak , ternyata Eric telah berada di kampung halamannya.
Steve : " kenapa kok ngga pulang ke rumahnya aja mas ? "
Me : " gw gak ngerti , lagian keluarganya berantakan stiv "
Sejenak kami berdiri mematung di depan poskamling ini dan menatap Eric lekat lekat , sebelum akhirnya kami dikejutkan dengan kemunculan arwah Katrina yang menembus dinding poskamling.
Steve : " katrina ?! "
Katrina : " kkak steve ya ?!.. kak vigo ?!... kok bisa ke sini ?! "
Me : " kita nyariin eric "
Katrina : " kak eric bilang mau nyari mamah "
Me : " emang mamahmu dimana ? "
Katrina : " aaku juga ngga tau kak "
Steve : " alamatnya ada kan ? "
Katrina : " mamah udah gak tinggal sama papah , abis cerai mamah pindah rumah tapi pas kak eric datengin udah pindah lagi "
Rupanya Eric tengah berusaha mencari mamanya yang entah ada dimana alamatnya , sayang kami tak bisa membantu sama sekali... tak ada lagi yang bisa kami lakukan selain membiarkan Eric terus berusaha mencari mamanya.
Katrina : " kaak ?!.. aaku pengen bisa ngomong sama nyentuh kak eric lagi... kayak pas di malang itu "
Steve : " gak bisa katrina "
Katrina : " ttapi kaak aku bener bener pengen !!.. hikz !... hikz !... "
Steve : " gak ada lagi orang yang bisa kamu pake badannya katrina "
Katrina : " ttubuhku ?!?.... aaku mau tubuhku balik kaak !!... hikz !.. kkenapa harus gini ?!?... hikz !.. "
Steve : " tubuhmu udah dikubur katrina , gak mungkin bisa balik "
Katrina : " aaku pengen hidup lagi kaak !!.. hikz !... aaku pengen hidup sama kak eric lagi !!... hikz !.. hikz !... "
Steve : " aku bukan tuhan katrina , maaf aku gak bisa hidupin kamu "
Sungguh memilukan melihat Katrina menangis tersedu sedu di sebelah Eric , permintaannya yang mustahil jelas tidak bisa kami penuhi... apa boleh buat Katrina harus menerima kondisinya saat ini , dimana ia tak lagi punya raga fisik dan harus terpisah dimensi dengan kakaknya itu.
Steve : " kita balik sekarang aja mas "
Me : " ini gimana stiv ? "
Steve : " biarin aja , kapan kapan kita cek lagi , yang penting udah jelas eric ada dimana "
Me : " yo wes "
Terpaksa kami tinggalkan Katrina yang masih menangis tersedu sedu , tak ada lagi yang bisa kami perbuat untuknya... maafkan kami Katrina.
Hari demi hari berlalu dengan tenang , aku dan Danang tak lagi terlalu memikirkan Eric , yang penting ia telah memiliki tujuan yang jelas walaupun tampak sulit untuk terwujudkan.
Danang : " kira kira eric udah ketemu mamanya belum ya vig ? "
Me : " moga aja udah nang "
Danang : " pontianak itu gede lho vig , alamat mamanya aja dia gak punya "
Me : " ya paling dia ke rumahnya siapa gitu nang , omnya atau tantenya "
Danang : " tapi seenggaknya eric udah ada di kampungnya ya vig , paling ngga ada temen lamanya yang bisa nampung dia "
Me : " kita gak usah pikirin lagi nang , eric tau apa yang mesti dilakuin "
Hanyalah doa saja yang bisa kami panjatkan kepada teman kami itu , semoga ia mendapatkan apa yang dicarinya dan terbangkitkan lagi semangatnya menggapai kehidupan baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar