MALANG MYSTERIO - Eric dan Katrina part 4

Sekarang sudah nyaris jam 12 malam dan kami bertiga baru saja tiba di kosannya Eric , ternyata ia mengunci pintu kamarnya sehingga kami terpaksa menggedor gedor agak kencang " dukk !!... dukk !!... dukk !!... " untungnya ia terbangun dan segera membukakan pintu , sebelum akhirnya ia merebahkan diri di kasur lagi.

Eric : " kirain ngga dateng "

Me : " lagi ada urusan ric "

Danang : " sori gak bawa vodka ric "

Eric : " gak pa pa nang "

Sejenak kami terdiam dan saling pandang , kami bingung harus ngomong apa sama Eric mengenai rencana yang akan kami lakukan.

Steve : " ngomong terus terang aja mas "

Danang : " lu aja vig yang ngomong "

Me : " oke "

Dengan agak ragu aku duduk selonjoran di sebelah Eric yang benar benar telah teler berat , ia tergeletak dengan mata terpejam namun tidak tertidur.

Me : " ric ?! "

Eric : ".... "

Me : " ric ?!.. katrina udah ada di sini , di kamar ini "

Eric : " kkatrina ?!.. mmana katy ?!.. "

Me : " pokoknya dia udah ada di sini ric "

Eric : " ha.. ha.. katy udah dijemput sama malaikat vig , gak mungkin bisa hidup lagi "

Sejenak aku terdiam memandangi Eric yang tak menanggapiku dengan serius , namun tanpa kuduga tiba tiba Steve melakukan mediumisasi secara spontan " uuaahhh !!... " Danang yang duduk selonjoran di karpet mendadak berteriak histeris sementara matanya tampak mendelik " uuaahh !!!... " sekejap kemudian ia tersungkur sambil menangis tersedu sedu " hikz !!... hikz !!... hikz !!.. " tangisan itu menandakan bahwa arwah Katrina telah masuk ke tubuh Danang.

Me : " stiv ?! "

Eric : " nnang ?!.. kkenapa lu ?! "

Dengan lemas Eric membuka matanya dan menatap Danang dengan penuh keheranan , sepertinya ia masih bingung kenapa tiba tiba Danang menangis tersedu sedu.

Me : " itu bukan danang ric , tapi adik lu katrina "

Eric : " ggak mungkin vig ?!.. kkaty udah mati "

Me : " tubuhnya doang yang mati , jiwanya engga "

Eric : " ?!? "

Dengan terheran heran Eric bergantian menatap diriku dan juga Danang , sepertinya ia masih belum mengerti apa yang saat ini terjadi , sebelum akhirnya muka si Danang yang tadi tertunduk perlahan mulai menoleh dan menatap sayu ke arah Eric " hikz !.. hikz !... " tangisan itu perlahan mereda dan berganti dengan senyuman.

Danang : " kaak eric ?!?... iini katy kak !! "

Eric : " kkaty ?!?... "

Danang : " kkaty kangen kaak !!... "

Danang yang telah dirasuki Katrina perlahan mulai mendekati Eric dan kemudian memeluknya seerat mungkin " hikz !!... hikz !!... " tangisan itupun pecah kembali.

Danang : " kkak eric !!.. kkenapa gak pulang ke pontianak ?!... hikz !.. kkenapa ninggalin katy kak ?!.. hikz !.. "

Eric : " kkaty ?!... "

Danang : " hikz !... papah jahat kaak !!... papah jahat !!... hikz !... katy benci papah kakk !!.. "

Eric : " kkaty ?!... kkak eric... kkak eric... hikz !.. hikz !.. "

Tanpa sempat melanjutkan kata katanya Eric langsung menangis tersedu sembari memeluk Danang seerat eratnya , kini ia telah menyadari bahwa arwah adik perempuannya itu benar benar berada di dalam tubuhnya Danang.

Eric : " mmaffin kak eric katy !!.. hikz !!... maafin kakaak !!... hikz !!... "

Danang : " kkak eric jangan pergi !!... katy butuh kakkaak !!... hikz !.. "

Eric : " mmaaf katy !.. hikz !!.. maafin kakakk !!.. kakak nyesel !!... "

Aku dan Steve merasa trenyuh melihat pemandangan ini , baik Eric maupun Katrina yang merasuki Danang sama sama menangis tanpa henti sembari terus berpelukan seerat eratnya , kerinduan serta kehampaan yang selama ini mereka rasakan kini telah tertumpahkan sepenuhnya " hikz !.. hikz !... hikz !... " banjir air mata tak tertahankan lagi ketika aku dan Steve ikut ikutan menangis.

Steve : " kita diluar kamar aja mas "

Me : " ini gimana ? "

Steve : " biarin aja dulu "

Sesaat kami memandangi kakak beradik yang terus menangis dan berpelukan erat itu , sebelum akhirnya kami beranjak keluar dari kamar ini... biarkan mereka menikmati secuil waktu dimana diri mereka tak terpisahkan oleh sekat dimensi.

Di luar kamar aku dan Steve menghabiskan waktu dengan 2 orang teman kos Eric yang penasaran dengan apa yang terjadi , rupanya teriakan si Danang tadi telah menarik perhatian mereka.

Mas A : " jadi itu yang di dalem arwah adeknya eric ? "

Mas B : " kayak acara uji nyali yang pake mediumisasi itu ? "

Steve : " iya mas , ini tadi arwah adeknya ikut sama aku "

Mas A : " gimana nemunya ? "

Mas B : " kok ngga takut ? "

Steve : " susah jelasinnya mas "

Entah sudah berapa menit kami mengobrol , yang jelas dari obrolan ini kami mendapati kesimpulan kalau Eric ternyata tak terlalu dekat dengan teman kosnya ini , bahkan ia cenderung menutup diri dan jarang bersosialisasi.

Mas A : " ngakunya sih dia mahasiswa semester akhir gitu "

Mas B : " dia sih kalo sore sering ngelamun di lantai atas , kalo malem ya di kamar sambil nyimeng gitu , tapi ya kita biarin aja "

Mas A : " gak pernah ngumpul atau cerita apa apa ke kita , jadi kita gak tau kalo keluarganya kayak gitu "

Mas B : " aku juga baru tau kalau adeknya mati bunuh diri mas "

Mas A : " pantesan aja dia keliatan susah terus tampangnya gus "

Mas B : " kasian juga ya ri "

Me : " maklumin aja mas kalo eric sikapnya agak aneh "

Mas A : " yang penting dia ngga rese ya udah ngga masalah , kita di sini ngga terlalu ikut campur urusan orang kok "

Kulihat jam dinding ternyata sudah nyaris jam 2 dini hari , aku dan Steve berniat masuk ke kamarnya Eric lagi buat mengecek keadaan.

Steve : " mas mau minta airnya bisa ngga nih ?!.. buat temenku di dalem "

Mas A : " oh bentar aku ambilin ya "

Sambil menggenggam sebotol air Steve mengajakku masuk ke kamarnya Eric lagi , dengan sangat pelan kami membuka pintu.... ternyata Eric dan Katrina yang merasuki Danang telah terlelap sambil berpelukan , mereka tampak bagaikan sepasang pria gay dan membuat kami merasa agak aneh saat melihatnya.

Me : " udah tidur stiv "

Steve : " aku keluarin katrina sekarang "

Dengan santai Steve mendekati Danang dan kemudian memegangi ubun ubunnya , tak butuh waktu lama kedua mata si Danang mulai terbuka sementara raut mukanya tampak agak linglung.

Steve : " udah keluar mas "

Danang : " hah !.. hah !.. udah beres stiv ?! "

Steve : " udah , ini minum dulu mas airnya "

Danang langsung meraih sebotol air yang disodorkan Steve lalu ia mereguknya sampai habis , sepertinya ia banyak kehilangan cairan tubuh gara gara mediumisasi tadi.

Danang : " trus rencana kita apaan lagi abis ini ? "

Me : " sementara segini dulu nang , paling ngga eric udah ketemu sama katrina "

Danang : " yo wes , gw lemes banget vig "

Me : " ayo balik sekarang ! "

Segera saja kami beranjak pulang setelah sebelumnya berpamitan sama teman kosnya si Eric , sepanjang perjalanan pikiranku masih terbayang bayang soal mediumisasi tadi... ada rasa lega karena telah mempertemukan Eric dengan arwah Katrina sehingga mereka bisa saling menumpahkan kerinduan , harapan kami dengan berbuat seperti ini kondisi psikis Eric bisa menjadi lebih baik lagi , lebih tegar lagi , serta lebih ikhlas lagi menerima semuanya sebagai suatu proses kehidupan.

Selepas mediumisasi semalam kami baru menyadari kalau arwah Katrina masih berada di dalam kamarnya Eric dan tak mungkin kembali ke Pontianak jika tidak diantar pulang , kini dengan penuh kebimbangan kami merundingkan rencana selanjutnya.

Danang : " kalo masih sama eric berarti si katrina bakalan ngikut dia terus dong stiv ? "

Steve : " iya , kan dia tinggal di kamarnya eric sekarang mas "

Me : " trus kapan kita anter balik ke pontianak ? "

Steve : " sebenernya gak masalah juga sih ngikut eric terus , kalo dibalikin ke pontianak ntar malah jadi kangen lagi "

Danang : " trus kita mesti gimana ? "

Steve : " kayaknya gak perlu dianter balik mas , biarin aja ngikut eric terus kalo itu bisa bikin katrina seneng "

Kurasa membiarkan arwah Katrina ikut bersama Eric adalah keputusan terbaik , ia tak akan merasa sendirian lagi seperti saat masih gentayangan di Pontianak.

Danang : " trus semalem eric sama katrina ngobrol soal apaan ? "

Steve : " cuma kangen kangenan doang sambil nangis , abis itu kita tinggalin keluar kamar "

Danang : " ngga ngomong apa apa gitu stiv ? "

Steve : " ya ngga tau mas kalo soal itu "

Me : " paling ngobrol soal keluarganya nang "

Danang : " moga aja ya vig si eric bisa bangkit lagi abis ketemu adeknya "

Kuharap semangat hidup Eric yang telah lama padam akan menyala lagi setelah peristiwa pertemuan dengan adiknya semalam , ia masih muda dan masih ada kehidupan baru yang menantinya di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar