ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar akhir tahun 2009 ketika aku masih kuliah semester 5
Terkadang aku ingin menyendiri dan menyingkir sejenak dari kehidupan , seperti halnya malam ini dimana aku mengurung diri di dalam kamar sambil mereguk sebotol Vodka dan genjrang genjreng gitar sendirian " aku takut kehilanganmu bila harus jujur padamu , aku benci bila harus jalani hidup tanpa dirimu , aku takut kau meninggalkanku " hanya lagunya Five Minutes ini saja yang kurasa paling pas mewakili perasaanku yang lagi galau , hubunganku dengan Rani terancam putus hanya karena ia cemburu berlebihan padaku , ia tidak suka kalau aku dekat dengan cewe cewe lain meskipun sebenarnya aku tak punya hubungan apa apa dengan mereka , lebih buruknya lagi aku disangka berselingkuh dan akhirnya ia malah mengancam akan memutuskan aku , selama berhari hari ia ngambek dan sama sekali tak mau bertemu denganku , bahkan tak sekalipun ia mau membalas sms atau mengangkat telepon dariku... entahlah aku benar benar sulit untuk mengerti apa maunya doi , terus terang aku takut kalau hubungan cintaku dengannya harus berakhir secepat ini.
Di saat aku merasa semakin teler tiba tiba saja ponselku berdering dan rupanya Bang Renggo yang menelponku , dengan ogah ogahan terpaksa kuangkat panggilan telpon darinya.
Me : " halo ?!... napa bos malem malem nelpon ? "
Renggo : " vig ?!... gw di kosan cewe tirto gang 8 , yang dulu pernah ada kesurupan massal itu "
Me : " hah ?!?... ngapain di situ bos ?!... ada anak kesurupan lagi ? "
Renggo : " iya vig , lu ke sini deh kalo pengen tau , mumpung demitnya belum gw netralisir "
Me : " bahaya ngga bos ? "
Renggo : " gak , gw cuma pengen lu liat aja , abis itu kita nongkrong di warung depan kampus umm "
Me : " ya udah gw ke sana sekarang "
Beberapa bulan lalu Bang Renggo pernah cerita soal kesurupan massal yang terjadi di kosan cewe itu , kini hal yang sama terulang lagi dan kurasa tak ada salahnya jika aku menyusulnya ke sana untuk menyaksikan sendiri seperti apa kejadiannya... segera saja kutelpon si Zul untuk datang ke kosanku karena aku sudah terlalu teler untuk mengendarai motor.
Tak sampai 10 menit si Zul telah tiba di kosanku , kusuruh ia untuk mengemudikan motorku sementara aku duduk di boncengan , tanpa berlama lama kamipun bergegas menuju tkp yang jaraknya cukup dekat dengan kosanku ini.
Zul : " kok ada yang kesurupan vig di kosan itu ? "
Me : " katanya bang renggo ada arwah cewe yang dulu dibunuh , dia gentayangan di kosan itu zul "
Perjalanan dari kosanku di gang 2 menuju ke tkp di gang 8 hanya memakan waktu tak sampai 5 menit , kini kami mencari cari kosan yang dimaksud hingga akhirnya kutanyai beberapa cewe yang berkerumun di depan pagar rumah besar berlantai 2
Me : " dek , kosan yang lagi kesurupan dimana ? "
Cewe A : " ya ini mas kosannya , temen temen kita lagi kesurupan semua di dalem "
Cewe B : " iya mas , untung aja kita ngga kena juga "
Cewe C : " emang masnya mau ikutan nolongin juga ya ?!.. kayak mas yang di dalem "
Me : " oh iya iya , kita ini satu tim pembasmi hantu dek , ya ngga zul ?! "
Zul : " iya bener dek , tapi abis ini bikinin kopi ya ?! "
Cewe A : " iya deh mas tapi cepetan tolongin !!... kasian temen temen kita mas "
Me : " it's okay ladies ! "
Segera saja si Zul memasukkan motorku ke halaman rumah kos ini , sementara kulihat motor Tigernya Bang Renggo tengah terparkir di antara motor milik anak anak kosan ini.
Zul : " ayo vig , cepetan masuk ! "
Me : " bantuin gw jalan zul "
Zul : " kamu sih pake mabok segala vig "
Dengan sempoyongan aku berjalan sembari dipapah oleh Zul , begitu masuk ke dalam ruang tengah kami langsung terbengong bengong mendapati keadaan yang tampak kacau bagaikan kapal pecah... kue tart , makanan ringan dan juga gelas gelas minuman tampak berserakan di atas lantai ruangan ini , begitu juga dengan taburan kertas warna warni yang tampak berhamburan dimana mana , selain itu juga ada balon balon beraneka warna yang menghiasi tiap tiap sudut ruangan , sementara speaker aktif berukuran besar masih mendendangkan lagunya Avril Lavigne secara nyaring... yang mengerikan adalah ketika kami melihat belasan cewe yang tengah menggelepar di atas lantai sambil terus mengerang erang " arrghh !!!.... arghh !!!!.... arghhh !!!..."
Zul : " wah banyak amat cewe yang kesurupan vig ?! "
Me : " ngeri juga nih zul "
Kami hanya terbengong bengong menyaksikan pemandangan ini , sementara Bang Renggo dan seorang temannya tampak sedang berbicara dengan salah satu cewe yang menggelepar di lantai , sepertinya ia sedang menanyai arwah yang tengah merasuki cewe itu.
Zul : " ayo kita lihat vig ! "
Me : " oyi zul "
Lekas saja kami menghampiri Bang Renggo yang mukanya tampak basah bermandikan keringat , sepertinya ia agak kecapekan harus menetralisir cewe cewe yang tengah kesurupan ini.
Zul : " napa bang ini ?! "
Renggo : " lu liat sendiri kan zul , arwahnya lagi masuk ke cewe ini , tadi nemploknya pindah pindah ampe kayak gini ini jadinya "
Me : " matanya kok melotot gitu bang ?! "
Renggo : " sttt !!.... ini sedang marah arwahnya vig "
Melihat mata cewe yang melotot ini membuatku jadi jiper juga , sepertinya ia menyimpan amarah yang begitu besar dan malam ini ia benar benar meluapkannya hingga keadaan jadi kacau seperti ini.
Renggo : " gw mau lanjut nanyain lagi "
Me : " oyi bang , gw juga pengen tau "
Kini Bang Renggo mulai melanjutkan pembicaraan dengan arwah yang merasuki cewe ini sementara kami berdua duduk berjongkok di sebelahnya , sungguh aneh rasanya melihat cewe sebohay ini tengah menggelepar di atas lantai dengan mata yang melotot , apalagi rok mini yang dikenakannya agak tersingkap hingga memperlihatkan pahanya yang begitu mulus... bisa dibilang kami merasa agak ngeri sekaligus agak horni.
Cewe D : " aku mau ketemu mas jatmiko pokoknya , cepet ajak dia ke siniii !!... "
Renggo : " aku udah bilang aku ngga kenal jatmiko , paling dia udah ditangkep polisi masuk penjara "
Cewe D : " ahhh !!!... kamu bohoong !! "
Renggo : " bohong gimana ?!?.. "
Cewe D : " dia pasti ada di rumahnya "
Renggo : " emang rumahnya dimana ?! "
Cewe D : " rumahnya di rungkut surabaya "
Renggo : " aku ngga bisa nyari , aku ngga tau daerah rungkut surabaya "
Cewe D : " pokoknya aku gak mau pergi kalo belum ketemu mas jatmiko , ajak dia ke siniii !!... "
Renggo : " kamu ngga kasian sama anak anak yang ngekos di sini ? "
Cewe D : " mereka berisik ganggu aku , bikin aku jadi marah , aku benciii !!... "
Renggo : " ya namanya juga anak kost , kamu dulu juga suka rame rame sama temen kamu kan ? "
Cewe D : " aku ngga peduliii !!! "
Sepertinya Bang Renggo merasa serba salah menghadapi arwah yang merasuki cewe ini , ia tak mau pergi jika belum ketemu pacarnya yang bernama Jatmiko , lelaki yang dulu menghabisinya dengan membekap bantal hingga kehabisan nafas.
Me : " gimana tuh bang ?!... enaknya diapain ? "
Renggo : " gw juga pusing vig kalo kayak gini "
Mau memusnahkan arwah inipun Bang Renggo juga tak bisa karena terbentur larangan dari gurunya , kini ia terdiam sambil menghela nafas dalam dalam sebelum akhirnya melakukan proses netralisir dengan menaruh telapak tangan kanannya di atas ubun ubun cewe ini.
Cewe D : " hhhuuaah !!!.... aku ngga mau keluaaar !!! "
Renggo : " aku gak peduli !! "
Sesaat cewe berbodi bohai ini mengejang hebat diiringi teriakan yang terdengar begitu nyaring " hhuuaaaahhhhh !!!!! " namun rupanya ada sesuatu yang seketika terasa menghantam kepalaku hingga aku terjengkang ke belakang.
Me : " ahhh !!... bang ?!?!.... kkepala gw napa ini ?!? "
Zul : " waduh bang ?!.. kenapa ini ?! "
Renggo : " sialan !!.. dia mau ngerasukin vigo zul ! "
Rasa nyeri langsung terasa menyiksa kepalaku , saking nyerinya aku langsung menggelepar kesakitan di lantai sambil memegangi kepalaku " ahhhh !!!.... bang tolongin !!!!.... ahhh !!!... ahhh !!!!.. " aku hanya bisa berteriak sejadi jadinya sementara pandangan mataku mulai kabur , hingga akhirnya aku merasa tak sanggup lagi mempertahankan batas kesadaranku " ahhh !!!... ahhh !!!!.. " arwah cewe itu telah mengambil alih diriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar