" Tok !!... tok !!.... tok !!... " selama beberapa kali Steve mengetuk pintu dengan keras sebelum akhirnya dibukakan oleh seorang lelaki ceking yang mengenakan sarung dan mukanya tampak kusut , sepertinya ia baru saja bangun tidur.
Maling A : " kon sopo ?!.. onok perlu opo ?! "
(kamu siapa ?!.. ada perlu apa ?!)
Steve : " kami dari dinas kesehatan mas , mau menawarkan abate buat memberantas nyamuk demam berdarah "
Maling A : " mau jual abate ?!... aku ngga perlu mas "
Steve : " tapi ini program pemerintah mas , sifatnya wajib "
Maling A : " onok onok ae mas , gak usah lah yang laen aja "
Steve : " semua udah mas , tinggal rumah ini aja yang belum "
Maling A : " gak wes , gak usah mas "
Kami hanya terheran heran dengan sikap Steve , bagaimana bisa di saat seperti ini ia malah berpura pura menjadi petugas dinas kesehatan yang menawarkan abate.... dalam hati aku tertawa geli melihat reaksi lelaki ceking itu , ia tampak begitu kewalahan menolak tawaran palsu Steve.
Maling A : " haduh mas , emang brapa harga abate ?! "
Steve : " murah kok mas , sebungkus cuma seribu aja "
Maling A : " lha abatenya mana ?! "
Steve : " masih ditaruh pikep mas , ntar aku ambil "
Maling A : " aku mau ambil duit dulu , aku beli 3 bungkus aja "
Buru buru lelaki ceking itu masuk ke kamarnya dan kemudian keluar lagi sambil membawa 3 lembar duit seribuan lusuh , segera saja ia menyerahkannya pada Steve.
Maling A : " ini duitnya mas , abatenya mana ?! "
Steve : " mau diabate sekarang mas ? "
Maling A : " aku sendiri yang nabur di kamar mandi , mana abatenya ?!?! "
Dengan nada keras lelaki ceking itu menagih abate yang ditawarkan Steve , namun apa yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan.... Steve yang perangainya terlihat kalem tiba tiba memukul hidung lelaki ceking itu hingga mengeluarkan darah segar , keadaan makin panas karena Danang dan Pendik ikut memukulinya secara bertubi tubi hingga akhirnya ia tersungkur dengan kondisi babak belur.
Danang : " buangsatt lu !!!... mana motor temen gw ?! "
Maling A : " aampun mass !!.. aaduhh !... "
Pendik : " kon njaluk mati a ?! "
(kamu minta mati tha ?!)
Maling A : " ojok mas !!... aampun aku ojok dipateni !! "
(jangan mas !!... aampun aku jangan dibunuh !!)
Hanya dipukuli beberapa kali saja sudah cukup membuat lelaki ceking itu tersungkur tak berdaya sambil mengaduh kesakitan , namun seorang lelaki yang berbadan tambun agak pendek tiba tiba keluar dari kamar sambil menenteng sebilah celurit.
Maling B : " jancok kon sopo ?!?... wani wanine mlebu omahku !! "
(jancok kamu siapa ?!?.. berani beraninya masuk rumahku !!)
Pendik : " kon bolone a ?! "
(kamu temennya tha ?!)
Dengan mata mendelik lelaki yang satu ini mengacungkan celuritnya ke hadapan kami , di saat seperti ini nyali kami mulai agak menciut namun sekali lagi Steve menunjukkan keberaniannya.... dengan gerakan cepat ia berhasil menendang tangan maling ini dan " klootak !! " sebilah celurit yang digenggamnya terjatuh ke lantai , segera saja Steve meraihnya dan balik mengancam.
Maling B : " aampun mas !!... ojok mas !!... aku ojok dipateni !!.. ttulung !! "
Danang : " ecek juga lu "
Zul : " ha.. ha.. maling kelas teri kamu "
Maling B : " aampun !!... aampun mas ya ?!... jjangan bunuh aku mas !! "
Dengan mengiba iba lelaki berbadan tambun ini memohon ampun kepada Steve yang mengacungkan celurit padanya , namun di luar dugaan tiba tiba Steve mengayunkan celurit itu hingga menancap mengenai lengan kirinya yang mencoba untuk menangkis , darah segarpun bercucuran dan lelaki ini hanya bisa mengerang kesakitan.
Maling B : " aahhh !!.. adduhh ssakit !!!! "
Steve : " mau lagi ?!? "
Maling B : " jjangan mas !! ... ttolong jangan bunuh aku !! "
2 orang maling ini telah tersungkur tak berdaya di ruang tamu , dengan tangan yang masih memegangi celurit Steve membentak mereka dan menyuruh untuk tiarap di atas lantai.
Maling A : " aampun mas !!... aambil aja motornya di belakang mas "
Maling B : " iiya mas , jjangan bunuh aku mas !!... ampun ! "
Sesaat Steve terdiam dan meletakkan celurit yang digenggamnya di atas meja , entah apa yang akan dilakukannya terhadap 2 orang maling sialan ini.
Zul : " kita apain nih stiv ?! "
Pendik : " kita ikat aja zul ! "
Zul : " tapi kita gak bawa tali ndik "
Steve : " aku mau bikin kaki mereka lumpuh permanen mas "
Danang : " hah ?!.. lumpuh permanen stiv ? "
Me : " terserah deh stiv "
Aku dan Danang sebenarnya ingin sekali menghajar maling maling sialan ini hingga bonyok namun Steve justru ingin melumpuhkan kaki mereka secara permanen , hal ini terdengar cukup mengerikan namun sepertinya memang perlu dilakukan biar mereka tak lagi bisa berbuat kriminal.
Steve : " aku mau matiin syaraf syaraf di kakinya mas "
Me : " ya udah lu lakuin aja "
Sejenak Steve mengepalkan kedua telapak tangannya hingga perlahan mulai mengepulkan asap tipis , entah ajian apa yang digunakannya kali ini... kami hanya terbengong bengong saja melihatnya.
Steve : " mas , tolong pegangin tangannya !!.. pegangin yang kenceng ! "
Danang : " semuanya stiv ?! "
Steve : " iya mas , aku mau keluarin ajianku "
Kini kami semua mulai memegangi tangan maling maling ini seerat eratnya , aku dan Zul memegangi lelaki yang berbadan ceking sementara Danang dan Pendik memegangi lelaki yang berbadan tambun agak pendek.
Maling B : " aampun mas !!... jjangan bunuh mas !! "
Maling A : " ttolong mas !!... jjangan bunuh mas !!... ttolong !!... "
Saat ini suasana terasa bagaikan eksekusi terpidana mati , Steve yang berdiri dengan kepalan tangan berasap tampak bagaikan algojo yang tak kenal belas kasih.... ia benar benar akan membuat kaki para maling ini lumpuh untuk selamanya.
Tubuh kedua maling yang tengah tengkurap di atas lantai ini langsung mengejang hebat saat Steve menghantamkan kepalan tangannya tepat di tulang ekor masing masing " uuuaaaahh !!!.... uuaahh !!!.... " teriakan nyaring terdengar dari mulut mereka sementara rasa sakit yang teramat sangat terpancar jelas dari wajah mereka yang meringis , sebelum akhirnya maling maling ini tergeletak pingsan di atas lantai.
Danang : " pingsan stiv malingnya ?! "
Steve : " biarin mas , ntar pas bangun udah lumpuh kakinya "
Zul : " aku takutnya nih maling nyuruh temennya buat balas dendam stiv , kan dia tau kosannya si yohana "
Pendik : " gawat juga kalo gitu zul "
Steve : " aku udah pikiran semuanya mas "
Sesaat Steve memegangi ubun ubun kedua maling ini selama beberapa menit , entah apa maksudnya melakukan hal ini.
Steve : " semua ingatannya udah aku hapus mas "
Me : " hapus gimana maksud lu ? "
Steve : " ntar pas bangun mereka akan amnesia "
Danang : " gak ingat apa apa lagi gitu stiv ? "
Steve : " iya mas , bakalan jadi kayak orang gila "
Zul : " wah ni maling emang perlu diginiin stiv , biar gak bikin masalah "
Danang : " gokil juga tuh ajian lu stiv "
Memang sungguh malang nasib kedua maling ini , selain kakinya bakalan lumpuh permanen mereka juga akan mengalami amnesia... dengan kondisi seperti itu kami tak bisa membayangkan akan seperti apa kehidupan maling maling ini di masa mendatang , namun sejujurnya kami sama sekali tak peduli.... anggap saja buat mengurangi angka kriminalitas di kota Malang yang kian meningkat dari tahun ke tahun.
Di ruangan belakang rumah ini akhirnya kami menemukan motor Supra 125 milik si Yohana yang tengah terparkir di sebelah motor GL Max yang sepertinya milik kedua maling itu , di ruangan ini juga kami dapati bermacam onderdil motor macam mesin , girbox , knalpot , velg hingga sasis yang sepertinya adalah hasil pretelan dari motor motor curian sebelumnya.
Danang : " buset ?!... ini pasti maling kambuhan vig "
Me : " gw udah ngira pasti bakal dijual pretelan motor curiannya "
Zul : " untung aja motor si yohana belum diapa apain vig "
Danang : " telat dikit tu motor bakalan dipretelin juga zul "
Kami merasa lega karena usaha yang kami lakukan ini benar benar membuahkan hasil , kemampuan astral projection Steve berperan sangat signifikan hingga akhirnya motor itu berhasil kami temukan di rumah ini dalam keadaan utuh.... kini Steve telah memegang kunci motor yang dikasih si Yohana tadi lalu ia bersiap mengeluarkan motor itu melalui pintu kayu yang tembus ke samping rumah.
Me : " lu berangkat duluan aja stiv , langsung ke warungnya pak brewok "
Steve : " aku gak pake helm gak pa pa nih mas ? "
Me : " bentar deh gw cariin helm dulu "
Daripada Steve kena tilang polisi gara gara ngga pake helm lebih baik kucarikan saja helm milik maling maling itu , lekas saja aku dan si Danang masuk lagi ke ruangan belakang namun setelah mengubek ubek sana sini tak ada satupun helm yang kami temukan , hingga akhirnya si Danang iseng membuka lemari kayu berukuran besar dan kami langsung terbelalak mendapati isi di dalamnya , tampak puluhan helm racing dengan merk merk ternama macam Arai , KYT , NHK dan sebangsanya yang biasanya dijual seharga 300 hingga 500 ribuan di pasaran.
Danang : " buset vig ?!.. ternyata tu maling demen nyolong helm juga "
Me : " helm mahal semua nih nang "
Tanpa buang waktu langsung kuambil sebuah helm buat dipake Steve , lekas saja kuserahkan helm ini padanya dan ia langsung mengenakannya setelah menstarter motor.
Steve : " aku langsung ke warung ya mas ? "
Me : " oyi , ntar abis ini kita nyusul "
Steve : " ya udah mas aku balik duluan "
Me : " oyi "
Pendik : " ati ati stiv "
Steve mulai memacu motornya Yohana dan kemudian beranjak meninggalkan rumah ini , kini kami semua bersiap untuk menyusulnya.
Zul : " ayo balik sekarang ! "
Pendik : " danang endi vig ? "
(danang mana vig ?)
Me : " sek ndek njero areke ndik "
(masih di dalem anaknya ndik)
Ketika kami mau bersiap naik pikep si Danang malah ngga kunjung keluar dari ruangan belakang , begitu kami masuk lagi ke sana kami mendapati dia sedang sibuk memilih milih helm racing di lemari kayu itu , parahnya lagi Zul dan Pendik juga ikut ikutan melakukan hal yang sama dengannya.... siapa yang tidak tergoda bisa memiliki helm helm racing yang keren itu tanpa keluar duit sepeserpun.
Zul : " gak bilang kamu nang ada banyak helm keren gini "
Danang : " udah lu pilih ndiri aja yang mana yang lu suka zul "
Zul : " asik nih kita dapet helm gratisan "
Danang : " ha.. ha.. anggep aja bonus dari misi kita zul "
Pendik : " ayo vig ndang miliho , aku kate nggowo papat iki "
(ayo vig cepat pilih , aku mau bawa empat ini)
Me : " lha iki helm colongan lho ndik ? "
(lha ini helm curian lho ndik ?)
Pendik : " babah wes , penting jupuk ae "
(masa bodo dah , penting ambil aja)
Me : " oyi, aku tak njupuk loro ae ndik gak sah akeh akeh "
(oke , aku tak ngambil dua aja ndik gak usah banyak banyak)
Pendik : " yo ndang miliho kono sakarepmu seng endi "
(ya cepetan pilih sana terserah yang mana)
Tadinya aku tak berniat mengambil helm ini namun akhirnya aku tergoda juga melihat teman temanku melakukannya , kupilih 2 helm merk Arai dengan corak khas pembalap Moto GP sementara Zul juga mengambil 2 buah helm dengan merk KYT , bahkan Danang dan Pendik yang terlanjur gelap mata mengambil 4 buah helm sekaligus..... apa yang kami lakukan ini terasa bagaikan peribahasa 'sambil menyelam minum air'
Adzan dhuhur telah berkumandang dari masjid Ar Fahruddin yang terletak di seberang warung ini , kini kami melepas lelah sembari makan siang sementara motor Supra 125 milik Yohana terparkir di sebelah pikepnya Pendik yang baknya dipenuhi helm helm yang kami ambil tadi.
Niken : " guys ?!.. kok bisa sih dapet helm keren keren gitu ? "
Danang : " itu helm hasil curiannya maling , gak sengaja nemu akhirnya kita bawa aja nik "
Pendik : " nayamul nik , helm gratisan "
Niken : " pinter bener dah , udah motor balik eh dapet helm keren keren gitu "
Me : " kalo lu mau ambil aja nik "
Danang : " lu pilih sendiri deh , ada banyak tuh nik "
Niken : " gampang ntar aja nang "
Sambil makan kami asik ngobrolin soal penggerebekan di rumah tadi sementara si Yohana tampak begitu sumringah mukanya , sepertinya ia masih sulit untuk percaya jika motor kesayangannya yang hilang itu kini telah kembali lagi.
Yohana : " sumpah tadinya aku pikir gak bakal ketemu lagi lho motornya , alhamdulilah ya allah "
Zul : " ha.. ha.. seneng kamu sekarang na ? "
Yohana : " seneng banget pokoknya zul , duh makasih banget lho stiv udah nolongin aku "
Steve : " iya mbak , aku juga seneng bisa bantu "
Danang : " lu cuma ucapin makasih doang na ?!.. katanya mau ngasih hadiah ? "
Niken : " iya tuh na , ngga mantep kalo steve ngga dikasih hadiah "
Yohana : " mmm.... aku udah niat mau kasih kamu hadiah kok stiv , tapi bingung mau ngasih apa.... emang kamu minta apaan stiv ? "
Steve : " ngga pa pa kok mbak , aku ngga minta apa apa "
Yohana : " kamu jangan gitu dong , pokoknya kamu harus terima hadiah dari aku ya ?! "
Zul : " iya tuh stiv , dikasih hadiah malah nolak kamu "
Steve : " aku minta dibeliin rokok mild sebungkus aja deh mbak "
Yohana : " loh kok cuman minta rokok sebungkus sih kamu ?!... ngga pantes kan kalo aku cuman ngasih kamu rokok , ya ngga nik ?! "
Niken : " iya dong , lu ribet amat sih stiv mau dikasih hadiah kok malah plintat plintut gitu "
Steve : " ha.. ha... ya udah mbak terserah mau ngasih apaan "
Setelah berkali kali dipaksa akhirnya Steve bersedia menerima hadiah yang dijanjikan si Yohana , entah apa yang akan diberikannya untuk membalas jasa Steve yang telah berhasil menemukan motornya.
Nyaris seminggu telah berlalu sejak peristiwa penemuan kembali motor si Yohana itu , kini kami semua berkumpul lagi di kedai Assalamualaikum yang berada di depan kampus UMM.... menu ayam kremes dan bebek goreng menjadi santapan makan siang kami yang semuanya dibayari oleh si Yohana , apalagi kali ini ia berniat memberikan hadiah yang dijanjikannya untuk Steve.
Yohana : " duh steve masih lama ya kuliahnya kelar ? "
Me : " bentar lagi na , dia bilang jam setengah 2 "
Danang : " kita makan dulu aja sambil nungguin dia dateng "
Sambil menunggu kedatangan Steve kami mulai menyantap hidangan yang tersaji di atas meja lesehan ini , sementara mataku terus melirik bungkusan kado yang ditaruh Yohana di dekat tasnya... alhasil aku jadi penasaran pengen tau apa isinya.
Me : " emang itu isinya apaan na ? "
Yohana : " mmm... menurutmu apaan vig ? "
Me : " apa ya ?!... roti monde ya na ? "
Yohana : " salah kamu vig "
Danang : " gw tebak isinya jam tangan mahal deh "
Niken : " gw juga nebak gitu , jam mahal kan kemasannya kotak gede gitu na "
Yohana : " salah semuanya.. ha.. ha.. "
Danang : " trus apaan dong na ? "
Yohana : " ntar juga bakalan tau sendiri kok "
Di saat kami masih sibuk menebak nebak isi bungkusan kado itu mendadak Steve datang bersama dengan Zul dan Pendik , setelah memesan makanan mereka langsung nimbrung duduk lesehan bersama kami.
Pendik : " ewul rekk , nakam bebek goreng kanelop iki "
(laper rekk , makan bebek goreng enak banget ini)
Me : " yo sekali kali nakam bebek goreng ndik , ojok nakam menjes ae kon "
(ya sekali kali makan bebek goreng ndik , jangan makan menjes terus kamu)
Zul : " ayo ndik sikat bebek gorengnya !! "
Kelar makan makan si Yohana segera menyerahkan bungkusan kado itu kepada Steve , dengan malu malu cowo asal Pekanbaru ini menerimanya.
Steve : " aku sebenernya ngga enak mbak nerima hadiah kayak gini "
Yohana : " kamu jangan gitu dong , ini kan rasa terima kasihku ma kamu stiv "
Niken : " iya tuh stiv , lu dikasih hadiah malah plintat plintut gitu "
Zul : " buka dong stiv !!.. pengen tau nih apaan isinya "
Danang : " ayo stiv buka sekarang ! "
Me : " ati ati isinya bom , ntar meledak.. ha.. ha.. "
Pendik : " ha.. ha.. ayo bukak stiv ! "
Steve : " aku buka sekarang ya ? "
Yohana : " yups !! "
Setelah dipanas panasi akhirnya Steve bersedia membuka bungkusan kado itu , ketika kertas kado telah terlepas tampak sebuah kaleng persegi berwarna silver yang tertera logo Nokia berukuran besar.... rupanya si Yohana menghadiahi Steve dengan ponsel Nokia N97 yang baru saja beredar di pasaran dan harganya 5 jutaan lebih.
Danang : " buset ?!... lu dikasih n97 stiv "
Zul : " wah barang mahal nih "
Me : " ha.. ha.. jadi ngiri gw "
Pendik : " aku juga ngiri na.. ha.. ha.. "
Niken : " ciiieee !!... mulai sekarang pake hape canggih nih "
Steve : " ini kan barang mahal mbak ?!... aku gak enak nerimanya "
Yohana : " ngga kok stiv , pokoknya kamu harus nerima... kan itu hadiah buat kamu "
Steve : " tapi mbak ?!... "
Yohana : " gak pake tapi tapian stiv , pokoknya aku mau kamu nerima hadiah ini... please trima ya stiv ?! "
Steve : " ya udah deh , makasih banyak ya mbak "
Niken : " nah gitu dong , tinggal nerima aja kok repot lu "
Danang : " kalo gak mau buat gw aja stiv "
Me : " gundhulmu nang "
Pendik : " ha.. ha.. ha.. "
Setelah didesak desak akhirnya Steve bersedia menerima ponsel mahal pemberian Yohana itu , lagipula sudah waktunya ia memuseumkan ponsel Sony Ericsson K500 miliknya yang tampak butut itu.
Danang : " dicoba dong kameranya stiv ! "
Niken : " iya tuh stiv , kan pake lensa carl zeiss "
Zul : " wah 8 megapixel stiv ada xenon flashnya juga , pasti alus nih gambarnya "
Yohana : " ayo dong stiv dicobain kameranya , sekalian kita photo bareng "
Steve : " iya mbak , masih bingung nih makenya... ribet ngatur settingannya "
Niken : " ha.. ha.. gaptek juga lu stiv "
Pendik : " ha.. ha... "
Setelah kebingungan mengutak atik settingan kamera akhirnya Steve bersiap menguji coba kemampuan ponsel barunya yang canggih itu , kini kami semua berdiri berangkulan sambil tertawa lepas sementara ponsel itu ditaruh Steve di atas meja , tak lama kemudian " slap !... slap !... slap !... " terabadikan sudah kebersamaan kami melalui lensa kamera ponselnya... sebuah kebersamaan yang bukan hanya sekedar gambar semata namun juga menyimpan cerita yang kelak akan kami kenang dengan tawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar