MALANG MYSTERIO - Time Projection ke Jogjakarta

ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar awal tahun 2010 ketika aku masih kuliah semester 6


Malam ini aku , Zul , Niken dan Steve kembali berkumpul di rumahnya Bang Renggo , rencananya kami akan berlatih melakukan astral projection sekaligus mendapat attunement untuk membersihkan chakra chakra.... namun rupanya ada seorang tamu yang menginap di rumah Bang Renggo , teman seperguruannya dari Banjarmasin yang bernama Bang Jalu datang berkunjung ke kota Malang dalam rangka travelling , setelah perkenalan singkat kami mulai ngobrol bareng sambil menyeruput kopi di ruang tamu.

Renggo : " dari dulu gw gak bisa nyaingin jalu ini , kerjaannya semedi melulu dia ini "

Jalu : " ha.. ha.. makanya ini aku ke malang buat travelling dek , kalo semedi terus bisa bosen aku "

Lelaki yang agak botak dan berbadan gempal ini ternyata lebih sakti daripada Bang Renggo , ia berpengalaman soal astral projection dan juga menguasai tenaga dalam secara paripurna , bahkan ia juga mengaku jika dirinya bisa pergi ke masa lalu atau masa depan.... namun untuk soal yang satu ini kami tak terlalu percaya dengannya.

Jalu : " nggo , ikam percaya kada mun gunung merapi kaina meletus pulang akhir 2010 ? "

Renggo : " unda kada percaya , maka udah meletus tahun 2006 "

Jalu : " yang ini lebih dahsyat lagi nggo , unda udah maliat saurang "

Me : " emang ngelihatnya gimana bang ? "

Jalu : " sama kayak astral projection tapi masuknya bukan di alam astral lagi "

Me : " trus masuk dimana bang ? "

Jalu : " sukma kita masuk di dimensi yang gak lagi terikat ruang dan waktu "

Me : " ?!?! "

Renggo : " arupadatu itu kalo istilah buddha jal "

Jalu : " oh iya nggo , bujur ikam "

Steve : " berarti pake chakra ajna juga ya bang ? "

Jalu : " bujur banget , chakra ajna itu kalo kebuka total bisa bawa kita ke masa depan sama masa lalu juga "

Niken : " kayak time traveler gitu ya bang ? "

Jalu : " bujur , sama kayak gitu dek... time projection istilahnya "

Renggo : " gw sih belum bisa soal gituan , latiannya berat banget "

Me : " tapi asik juga tuh bos kalo bisa "

Jalu : " ha.. ha... semua kemampuan gaib itu asik asik pokoknya , tapi ya itu latiannya berat berat "

Sejujurnya kami merasa iri dengan kemampuan yang dimiliki Bang Jalu , jangankan time projection lha wong melakukan astral projection saja kami masih kesusahan.

Niken : " udah kayak khayalan aja ya bang bisa nembus masa depan sama masa lalu "

Jalu : " sebenernya ngga juga dek , aku anggep semuanya biasa biasa aja "

Steve : " bang , aku mau tanya soal gunung merapi tadi "

Jalu : " oh merapi udah pasti meletus akhir 2010 ntar , pokoknya lebih ngeri ketimbang 2006 dulu.... jogja bakalan jadi kota abu "

Niken : " ya allah beneran bang ?!.. emang dahsyat banget ya ? "

Jalu : " beneran dahsyat banget itu , aku mau bilangin kalo ada temen atau saudara di jogja suruh ngungsi pas akhir oktober 2010 ntar "

Zul : " wah temenku asal lombok banyak bang yang kuliah di sana "

Niken : " duh , temen gw juga banyak yang kuliah di sono zul "

Steve: " kira kira bulan apa bang meletusnya itu ? "

Jalu : " tanggal 26 oktober , pokoknya pas tanggal 20 an harus udah siap ngungsi semua "

Zul : " aku pengen bilangin temen temenku tapi takut dibilang bohong bang "

Jalu : " pokoknya kamu bilangin aja semuanya , yang tetep ngeyel biarin aja "

Renggo : " nah zul , bilangin tuh temen temen lu ketimbang nyesel ntar "

Zul : " iya bang , ini masih bulan februari , masih lama "

Agak ngeri juga mendengar ramalan Bang Jalu soal gunung Merapi yang katanya bakalan meletus pada bulan Oktober mendatang , sejujurnya kami terjebak antara percaya dan tidak percaya dengan ramalannya itu.

Jalu : " nggo , unda handak guring dulu lah , ikam handak latihan astral projection kalo ? "

Renggo : " oyi jal , guring aja baduhulu ikam "

Jalu : " aku mau tidur duluan ya ?!.. selamat latian moga pada sukses "

Niken : " iya bang "

Bang Jalu yang terlihat agak mengantuk memutuskan untuk beranjak tidur , kini waktunya bagi kami semua untuk memulai latihan astral projection.

Renggo : " gimana ?!.. pada siap kan ? "

Niken : " siap dong bang "

Zul : " ayo deh bang ! "

Me : " atttunement dulu kan bos ? "

Renggo : " iya dong vig , wajib itu hukumnya "

Tanpa buang waktu kami semua lekas berpindah dari ruang tamu ke kamar depan , saat berada di dalam kami disambut manekin manekin seram macam kuntilanak , suster , drakula dan mumi.... namun kami tak lagi merasa jiper karena sudah pernah melihat sebelumnya.

Zul : " kalo manekinnya hidup bisa pingsan aku bang "

Niken : " ha.. ha.. gak takut gw ginian doang "

Me : " wes ayo siap siap nik ! "

Segera saja kami mengambil posisi duduk bersila di atas karpet merah yang terhampar di lantai kamar ini , perlahan kami melakukan teknik pernafasan singkat agar gelombang otak turun ke alpha.... menurut Bang Renggo proses attunement akan lebih cespleng dilakukan dengan kondisi ini.

Renggo : " sapa duluan nih ?! "

Niken : " gw dong bang , ladies first pokoknya "

Renggo : " oke lu merem dulu nik , punggung lu agak tegak lagi "

Niken : " oke bang "

Selama 5 menitan Bang Renggo menaruh telapak tangannya di ubun ubunnya Niken , sementara kami melihat reaksinya yang tampak bergetar ringan di bagian bahu.

Renggo : " udah nik "

Niken : " wih jadi enteng nih badan gw , trus rasanya seger juga mood gw "

Renggo : " chakra lu atas bawah udah balanced nik "

Niken : " oke deh , dah gantian sono guys ! "

Me : " gw ya bos "

Renggo : " oke merem dulu vig , punggung lu kurang tegak tuh "

Kali ini giliranku diattunement oleh Bang Renggo , sengatan ringan bio elektrik mulai terasa di beberapa bagian tubuhku disertai rasa panas pada tulang punggungku , tak lama kemudian ada rasa nyeri pada selangkanganku dan aku tak kuat menahannya.

Me : " adu duh !!... pperih bang ! "

Renggo : " oke gw stop dulu , yang mana yang perih vig ? "

Me : " ini selangkangan gw "

Niken : " ha.. ha.. kok bisa selangkangan lu perih vig ? "

Zul : " pasti keseringan begituan ma cewe kamu ya vig ? "

Me : " tau aja lu zul.. he.. he.. "

Steve : " itu berarti chakra swadistama kamu lagi kotor mas "

Me : " chakra di kelamin ya stiv ? "

Steve : " iya mas , kalo kotor kita jadi makin susah ngendaliin nafsu sex "

Renggo : " nah lu vig kurangin ngesexnya , jangan berlebihan lu "

Niken : " ha.. ha... untung cewe lu ngga bunting vig "

Me : " gw keluarin diluar terus nik "

Zul : " ha.. ha.. "

Renggo : " gw terusin lagi ya ?!... kalo perih lagi lu tahan aja vig "

Me : " oyi bos "

Chakra yang berada di kelaminku sedang kotor dan menyebabkan aliran energi pada chakra lainnya jadi ngga balance , dengan menahan sedikit rasa perih akhirnya proses attunement ini berlanjut hingga selesai.

Renggo : " beres vig , abis ini kendaliin libido lu , jangan ngesex melulu "

Me : " siap bos "

Satu persatu dari kami bergiliran diattunement oleh Bang Renggo hingga akhirnya kelar pada jam setengah 1 dini hari , berikutnya kami mulai bersiap siap melakukan latihan astral projection.... semoga saja malam ini kami semua berhasil.

Keadaan terasa begitu hening saat kami bermeditasi dengan posisi lotus , hela nafasku terasa semakin halus seiring menit demi menit yang terus berlalu.... tak lama kemudian sengatan energi bio elektrik mulai terasa di dadaku dan secara perlahan menjalar ke sekujur tubuh , sebelum akhirnya aku mengalami kondisi paralysed..... kini gelombang otakku telah turun dari alpha ke theta dan aku telah berada dalam kondisi deep trance , sementara seluruh sensasi rasa mulai berpindah dari otak ke sukma , selain itu ada sedikit suara bising mirip dengungan yang terus terdengar namun kucoba untuk mengabaikannya karena aku tak ingin kehilangan fokus.... dengan tetap berkonsentrasi aku mencoba mengeluarkan kedua tanganku , secara perlahan kugerak gerakkan tangan astralku hingga akhirnya bisa terlepas dari tangan fisik , berikutnya kuputuskan untuk mengeluarkan kepalaku biar aku bisa melihat keadaan sekeliling melalui mata astralku.... secara perlahan kutengok tengokkan kepala astralku selama beberapa kali dan dengan sangat berhati hati , ada rasa aneh saat aku berhasil melakukannya.... serasa seperti kupu kupu yang baru keluar dari kepompong dan mulai melihat dunia , kini aku bisa melihat keadaan sekeliling dengan mata astralku.

Renggo : " sip vig , pala lu udah keluar "

Me : " ?!?! "

Dengan terheran aku menatap sukma Bang Renggo yang telah keluar dari tubuhnya , ia tampak melayang di langit langit kamar ini sambil sesekali bergaya bak orang berenang.

Renggo : " keluarin pundak sama badan lu vig ! "

Me : " oyi "

Tanpa buang waktu aku langsung mengoyangkan pundakku ke depan dan belakang , setelah mencoba berkali kali akhirnya berhasil juga upayaku ini disusul dengan keluarnya seluruh badan bagian atas.

Renggo : " sip vig "

Steve : " ayo mas ! "

Aku cukup kaget melihat sukmanya Steve yang ternyata baru saja keluar dari tubuhnya , kini ia ikut ikutan melayang di langit langit kamar ini bersama dengan sukmanya Bang Renggo.

Me : " ha ?! "

Steve : " asik mas , ayo cepetan ! "

Renggo : " coba keluarin kaki lu dulu vig , bokong sama lutut lu angkat abis itu gw tarik lu "

Me : " oyi "

Sesuai instruksi Bang Renggo barusan kali ini kucoba menggerakkan pinggang dan mengangkat kedua lutut astralku agar bisa keluar dari kaki fisikku yang tengah bersila , setelah beberapa kali mencoba akhirnya tuntas sudah aku melakukannya.... hanya tinggal betis hingga telapak kaki saja yang masih tertahan.

Renggo : " sip vig , kalo gini gw bisa narik "

Me : " ayo cepetan tarik bang !! "

Perlahan sukma Bang Renggo yang tengah melayang mulai memegangi kedua lenganku dan kemudian menarik sukmaku ke atas , dengan teramat mudah ia menarikku hingga akhirnya sukmaku terlepas dari tubuh fisik secara keseluruhan.

Renggo : " beres dah "

Me : " iya bang "

Steve : " mas zul sama mbak niken gimana bang ? "

Renggo : " kayaknya ngga berhasil mereka stiv "

Sambil melayang di langit langit kamar kami bertiga menunggu Zul dan Niken yang sama sekali belum mengeluarkan bagian tubuh astralnya , sepertinya mereka masih mengalami kesulitan dan kecil kemungkinannya untuk berhasil.

Renggo : " kita tinggal aja ya ?! "

Steve : " ya udah bang , mau gimana lagi "

Renggo : " ayo deh kita terbang yang tinggi , jalu udah nungguin di atas "

Me : " bukannya dia tidur bang ? "

Renggo : " niatnya mau tidur tapi gak jadi , dia mau ngasih liat sesuatu "

Me : " ?!?! "

Steve : " kita mau diajak ngelihat gunung merapi meletus ya bang ?! "

Renggo : " bener stiv , dia mau ajak kita ke masa depan , akhir bulan oktober katanya "

Sungguh tak kuduga jika Bang Jalu ternyata juga sedang melakukan astral projection , bahkan ia berniat mengajak kami semua melakukan time projection ke gunung Merapi yang katanya bakal meletus beberapa bulan mendatang... entahlah benar apa tidak , namun yang jelas saat ini aku merasa aneh sekaligus senang , suatu kesempatan langka bisa mengalami apa yang disebut time projection.

Dengan tetap memegangi tangan kiriku Bang Renggo terbang menembus atap rumahnya , begitu juga dengan Steve yang sudah mahir mengendalikan sukmanya.... ketika kami melayang puluhan meter di atas komplek perumahan Dieng Tidar tampak sesosok lelaki yang sedang berdiri mematung di dalam kubus transparan , kubus itu melayang di angkasa dan bentuknya seperti aquarium yang berukuran cukup besar.

Steve : " iitu bang jalu ya bang ?! "

Renggo : " iya stiv , dia udah siap "

Me : " itu apaan kok dia di dalem kotak kaca bang ? "

Renggo : " itu ya ?!?... gw lupa namanya apaan vig , kalo jalu kalo mau time projection mesti pake itu "

Segera saja kami bertiga mendekat lalu masuk ke dalam kubus transparan ini dengan cara menembusnya , begitu berada di dalam kami tak lagi melayang layang tapi berdiri menginjak sisi bawah kubus ini.

Jalu : " ikam siap nggo ?! "

Renggo : " siap jal "

Jalu : " aku akan tunjukin omongan soal gunung merapi yang meletus tadi , aku mau bawa kalian ke jogja tanggal 29 Oktober 2010 jam 1 malem "

Steve : " iiya aku siap bang "

Me : " ini kotak apaan bang ? "

Jalu : " ini namanya kotak kelayangan , muncul sendiri kalo aku niat mau ke masa depan atau masa lalu.... tau tau sukmaku udah ada di dalem kayak gini "

Steve : " kita terbang naek kotak transparan ini bang ? "

Jalu : " ngga perlu terbang , kotak transparan ini gak terikat sama ruang dan waktu "

Steve : " ?!? "

Me : " ?!?! "

Renggo : " ayo cepetan jal ! "

Jalu : " oke nggo , santai aja kada usah panik "

Kini kami semua berdiri di dalam kubus transparan yang mirip aquarium ini , sedari tadi kubus ini melayang layang di atas komplek perumahan dan tak bergerak sedikitpun... hingga akhirnya permukaan bening kubus ini berubah warna menjadi hitam pekat saat telapak tangan Bang Jalu menyentuh tiap sisinya , termasuk sisi bagian atas dan bawah... kini kami tak dapat melihat apa apa lagi karena seluruh sisi telah menjadi gelap total.

Jalu : " masih hirang , tungguin biar jadi bening lagi "

Renggo : " unda udah kada sabar lagi jal "

Permukaan kubus yang tadinya berwarna hitam pekat secara perlahan berubah lagi menjadi bening seperti semula , yang mengejutkan adalah saat kami melihat keadaan di luar yang tak sama lagi seperti sebelumnya.... di bawah kami bukan lagi komplek perumahan Dieng Tidar melainkan sebuah alun alun yang seluruh permukaan tanah dan jalanan sekitarnya tertutupi abu vulkanik berwarna keputihan.

Steve : " iini ?!?... iini alun alun jogja bang ?! "

Jalu : " bujur , liat sendiri kan ? "

Renggo : " gila nih ?!... langitnya burem banget "

Jalu : " itu abu vulkanik kebawa angin nggo "

Sesaat kami terbelakak mengamati keadaan sekitar kami , langit tampak begitu buram pekat oleh debu dan abu vulkanik yang beterbangan sementara di bawah tampak hiruk pikuk kendaraan dan juga orang orang yang mengenakan masker.... sepertinya mereka sedang mengungsi ke tempat penampungan.

Me : " ngeri juga bang "

Steve : " ternyata beneran meletus ya merapinya bang "

Jalu : " ya emang sudah waktunya meletus , itu coba liat puncaknya "

Di kejauhan tampak gunung Merapi yang puncaknya masih mengepulkan asap tebal dan terselimuti gumpalan awan yang begitu pekat , sementara sisa aliran lava yang berwarna kemerahan tampak masih meleleh dari puncaknya... melihat keadaan seperti ini membuatku merasa aneh sendiri , terasa seperti mimpi namun juga sangat nyata sekali , bagaimana bisa kami berada di Jogja pada bulan Oktober 2010 padahal sebelumnya kami masih berada di Malang pada bulan Februari 2010 , sungguh sulit mencerna semua ini namun aku tak terlalu peduli , keadaan yang sedang kuamati benar benar menyita perhatianku.

Jalu : " gunungnya udah meletus berkali kali mulai tanggal 26 , ini tadi juga abis meletus lagi jam 11 malem "

Renggo : " mbah maridjan gimana nasibnya ya jal ? "

Jalu : " beliau udah meninggal pas letusan pertama nggo "

Renggo : " yang bener jal ?! "

Me : " ?!? "

Steve : " ?!? "

Jalu : " udah pilihannya beliau "

Kami cukup shock mendengar ucapan Bang Jalu bahwa sosok kuncen gunung Merapi yang bernama Mbah Maridjan itu ternyata telah meninggal 3 hari yang lalu , lagi lagi aku merasa aneh sendiri dan sulit untuk percaya.

Renggo : " kok ikam kada bawa kita pas gunungnya hanyar meletus jal ?!... unda pengen lihat lavanya muncrat "

Jalu : " gelombang radiasinya terlalu gede nggo , kotak kelayangan ini bakalan hancur liur "

Renggo : " ikam udah nyoba ? "

Jalu : " udah nggo , kotaknya gantar kada karuan... unda langsung balik lagi "

Renggo : " gitu ya jal "

Cukup lama kami terdiam di dalam kubus transparan ini dan terus terpana mengamati keadaan sekeliling yang tampak semrawut.... bangunan , jalanan , alun alun dan juga keraton tampak terselimuti abu vulkanik yang sangat tebal , sementara suara lengkingan sirene dan deru kendaraan yang terjebak macet terdengar begitu bising.

Renggo : " handak ngungsi kemana orang orang itu jal ? "

Jalu : " paling deket ngungsi ke stadion maguwoharjo nggo "

Me : " sampe kapan bang gunungnya berhenti meletus ? "

Jalu : " seingatku sampe tanggal 5 atau 6 november , meletusnya gak tentu bisa sewaktu waktu "

Steve : " sekarang aku beneran percaya bang , makasih udah bawa kita ke sini "

Jalu : " iya iya.. ini udah cukup ya ?!.. kita balik sekarang soalnya aku udah gak kuat lama lama lagi "

Renggo : " oke jal , kita balik aja kalo gitu "

Sejenak Bang Jalu mulai menyentuh seluruh sisi kubus transparan ini hingga warnanya berubah jadi hitam pekat , tak lama kemudian warna hitam itu memudar dan seluruh sisi kubus ini berubah jadi transparan lagi seperti semula , sebelum akhirnya kubus transparan ini menghilang begitu saja... telapak kaki kami yang tadi menginjak sisi bawah kubus kini telah melayang layang lagi.

Steve : " iilang bang kotaknya ?! "

Jalu : " emang ilang sendiri kalo gak dipake "

Renggo : " dah ayo kita balik ke rumah , zul sama niken nungguin "

Perlahan sukma kami yang melayang puluhan meter di atas komplek perumahan ini mulai turun dan masuk lagi ke dalam rumahnya Bang Renggo , sesaat pandanganku gelap total saat sukmaku masuk kembali ke tubuh fisikku yang tengah duduk bersila di kamar.

Renggo : " loh niken sama zul mana nih ?! "

Me : " kayaknya pada pindah ke ruang tamu bang "

Renggo : " ya udah kita tiduran sini dulu deh , gila dahsyat juga ya tadi vig "

Me : " nggumun gw liat kayak gitu bang "

Steve : " sama bang , baru sekarang aku ngalamin kayak gini "

Renggo : " emang hebat si jalu itu stiv , dari dulu gw pengen bisa kayak dia tapi gak bisa bisa "

Pengalaman time projection tadi benar benar suatu kesempatan langka yang mungkin takkan pernah bisa kualami lagi , sulit untuk percaya bahwa ruang dan waktu ternyata bisa ditembus oleh kemampuan manusia linuwih seperti Bang Jalu..... sungguh nalarku benar benar tak sanggup untuk berpikir lebih jauh lagi , misteri di balik ruang dan waktu adalah hal yang teramat sangat sulit untuk diuraikan secara empiris.... jangankan diriku yang cuma mahasiswa bodoh ini lha wong ilmuwan jenius sekelas Stephen Hawking saja masih bingung 7 keliling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar