Saat tiba di depan kampus ini nafas kami begitu terengah engah , begitu juga dengan degupan jantung kami yang tak menentu serta keringat yang bercucuran membasahi tubuh.... kini kami semua duduk selonjoran sembari meminum air mineral untuk memulihkan kondisi.
Zul : " slamet kita vig... hahh !.. hahh !.."
Pendik : " hahh !.. hahh !... mesakno stiv ditinggal dhewean vig"
(hahh !.. hahh !... kasian stiv ditinggal sendirian vig)
Me : " lha piye eneh ?!.. hah !.. hah !... "
Niken : " tadi stiv yang nyuruh kita kabur ke sini , katanya dia bisa ngatasin ya udah kita tinggal kabur aja "
Tiwi : " ya allah mbak , aku sebenernya kuatir sama dia "
Meskipun Steve memiliki kesaktian namun kami merasa khawatir juga meninggalkannya sendirian di komplek pemakaman tadi , namun tak ada yang bisa kami lakukan selain tetap menunggu di sini dan berharap Steve tidak kenapa napa , semoga saja ia sanggup mengatasi banaspati yang melayang layang tadi.
Niken : " duh moga aja ya stiv gak kenapa napa "
Pendik : " wes tenang ae nik , mugo mugo areke iso ngatasi "
Di saat benak kami tengah dilanda kekhawatiran begini tiba tiba saja " bluuuaarr !!!!... " kesunyian malam pecah seketika saat terdengar suara dentuman nyaring yang mirip suara ledakan petasan bumbung , kami semua langsung terperanjat kaget dan bertanya tanya kebingungan.
Tiwi : " ya allah mbak suara apaan tadi ?!? "
Niken : " duuhh , suara apaan sih tadi vig ?!? "
Me : " ndik , zul , ayo kita balik ke kuburan lagi aja !! "
Zul : " aayo vig !! "
Pendik : " kamu sama tiwi di sini aja nik "
Niken : " iya ndik , ati ati ya ! "
Karena penasaran dengan suara dentuman tadi akhirnya kami bertiga memutuskan untuk balik lagi ke komplek pemakaman , begitu tiba di dekat pagar kami hanya bisa terbengong bengong melihat pemandangan di hadapan kami.... kini komplek pemakaman itu tampak terbakar di sana sini , kobaran api kecil terlihat hampir di seluruh permukaan tanah dan juga di ranting ranting pepohonan kamboja.
Zul : " stiv mana vig ?!? "
Me : " cari zul ! "
Pendik : " ayo mlebu !! "
Dengan sedikit nyali yang tersisa kami memasuki komplek pemakaman ini sekali lagi , sesaat kami celingukan mencari cari Steve sebelum akhirnya kami menemukannya sedang terduduk di atas dahan pohon kamboja yang agak terbakar ranting rantingnya.
Me : " woe stiv !!... ngapain di situ ?! "
Zul : " turun stiv !! "
Steve : " tungguin mas ! "
Dengan hati hati Steve menuruni pohon kamboja yang cukup tinggi itu , begitu ia turun kami langsung terbengong bengong melihat kondisinya yang terlihat cukup buruk... jaket sport yang dikenakannya tampak gosong di beberapa bagian sementara mukanya yang ganteng mirip Robertino itu tampak coreng moreng oleh abu , entah apa yang dilakukannya tadi hingga membuat kondisinya jadi seperti ini.
Zul : " banaspatinya udah musnah ya stiv ?! "
Steve : " udah mas.... aku haus banget , airnya mana mas ? "
Pendik : " bentar stiv "
Buru buru si Pendik mengambil sebotol air mineral dari dalam ranselnya lalu ia sodorkan pada Steve yang sepertinya sangat kehausan , mungkin ia kehilangan banyak cairan tubuh setelah mengeluarkan ajiannya.
Steve : " fuuhh !!... lemes aku mas "
Me : " lu apain tadi banaspatinya stiv ?! "
Steve : " ntar aja ceritanya mas , lemes banget aku "
Pendik : " yo wes stiv , ayo mbalik saiki ! "
Dengan langkah lunglai kami berempat beranjak meninggalkan komplek pemakaman ini , setibanya di depan kampus Stikes kami langsung duduk selonjoran sambil bercerita soal kejadian barusan.
Me : " lu tau nik... tadi tu kakek pas kita samperin tau tau udah jadi tulang doang "
Niken : " masa sih vig ?! "
Tiwi : " kok bisa ya mas ?! "
Me : " meneketehe "
Zul : " trus abis itu tau tau nongol banaspatinya "
Tiwi : " iya mas , sumpah aku kaget banget tadi , kok apinya tiba tiba bisa melayang trus jadi makin gede "
Zul : " untung aja kita gak kenapa napa , ngeri juga kalo sampe kebakar "
Niken : " trus tadi lu apain stiv banaspatinya ?! "
Tiwi : " kok bisa sampe kebakar gitu ya jaket kamu stiv ? "
Steve : " pernah liat dragon ball ngga ?! "
Me : " dragon ball yang jagoannya goku itu ? "
Zul : " banaspatinya kamu kamehameha ya stiv ?! "
Steve : " ya hampir sama kayak gitu , makanya aku sampe manjat pohon tadi soalnya gerak terus banaspatinya "
Niken : " trus pas kena langsung musnah banaspatinya stiv ?! "
Steve : " banaspatinya langsung pecah mbak , apinya jatuh nyebar kemana mana sampe kena jaketku juga "
Mendengar apa yang diceritakan Steve barusan membuat kami agak menyesal karena tak menyaksikan aksi heroiknya secara langsung , sekali lagi Steve menjadi penyelamat kami dengan keberanian dan juga kemampuannya.... uji nyali kali inipun kami akhiri dengan bacaan Hamdallah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar