LIVING IN BATU CITY - Live and Let Die !


 Orang mati tak bisa ditanyai , kalaupun bisa ditanyai maka bertanyalah pada orang orang yang mati sewaktu terjadi tsunami di selat Sunda pada akhir Desember 2018 silam , tanyakanlah apa mereka menyadari kalau malam itu akan terjadi tsunami yang pada akhirnya membuat mereka mati ??... tanyakanlah juga apakah mereka sudah siap mati pada malam itu ??

100 % orang orang yang mati itu akan menjawab tidak , mereka sama sekali tidak tahu kalau malam itu akan terjadi tsunami dan mereka juga tidak pernah siap untuk mati , keberadaan mereka di sana hanyalah untuk berlibur atau bersenang senang menikmati hidup sesukanya , tetapi siapa sangka kalau setelah itu mereka malah mati karena tiba tiba ada tsunami ??

Orang harusnya sadar untuk mengantisipasi hal hal yang tak dapat diprediksi , walaupun awalnya terlihat normal normal saja tapi siapa sangka kalau setelah itu malah terjadi malapetaka secara tiba tiba , akibatnya tidak pernah terbayangkan kalau kematian ternyata akan mengakhiri riwayat hidup secara tiba tiba tanpa bisa diduga duga , ketika semua itu terjadi maka sudah terlambat untuk menyesali atau meratapi.

Orang mati harus merelakan kehidupannya yang menyenangkan berakhir begitu saja , tak peduli orang kaya yang punya istana megah dan mobil mewah semuanya mau tak mau harus direlakan , begitu juga dengan segala kesenangan model apapun , rencana rencana muluk untuk masa depan ataupun kebersamaan dengan orang orang terdekat juga terpaksa harus berakhir karena orang mati sudah tidak bisa ngapa ngapain lagi , maka terputuslah segala macam urusan keduniawian di dimensi fisik ini.

Jaman sekarang orang bisa mati oleh berbagai sebab kapanpun dan dimanapun , entah itu karena bencana , peperangan , kecelakaan , pembunuhan , penyakitan dan lain sebagainya , karena itulah jangan menjadi orang yang lalai dalam menjalani hidup ini , sikapilah situasi secara awas dan persiapkan diri mengantisipasi segala hal yang terjadi , jangan pula terlalu melekat pada keduniawian dan cukup seperlunya saja bersenang senang tanpa membuang buang usia dengan hal hal yang tak berguna , perbanyak juga amal ibadah melakukan berbagai kebaikan dan segeralah bertobat kalau masih berkubang dalam kemaksiatan atau kemunkaran , sadarilah bahwa dunia dimensi fisik ini tak lebih sekedar tempat terendah dalam lapisan alam semesta , sementara perjalanan harus berlanjut lagi ke dimensi dimensi lain yang lebih tinggi yang mungkin hanya dianggap khayalan saja bagi orang yang terlalu cinta dunia , jangan sampai kecintaan pada dunia membuat lalai darimana kita berasal , untuk apa kita di sini dan akan kemana kita kembali.

Vigo 
September 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar