LIVING IN BATU CITY - Starseed Global Meditation

Suatu virus apapun jenisnya hanyalah eksis di tingkatan molekular elektron saja , atau jika virus itu sudah menginfeksi makhluk hidup maka eksistensinya sudah mencapai tingkatan molekular sel biologis , untuk mengatasi secara fisik harus dilakukan vaksinasi dan pengobatan sebagaimana yang dilakukan para dokter dan tenaga medis , sementara secara metafisik harus diatasi dengan cara meningkatkan vibrasi atomic pada area area yang terdampak virus , cara ini jelas tidak umum dan hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang termasuk kategori starseed saja , definisi starseed sendiri adalah benih bintang atau secara harfiah berarti orang yang sudah atau hampir mencapai nur pancer diri sejati melalui beragam cara , bisa dibilang starseed adalah sebutan untuk para pelaku spiritual yang terus berusaha meningkatkan maqam spiritual diri setinggi tingginya , ada yang benar benar sudah berhasil mencapai nur sejatinya namun ada juga yang masih dalam upaya mencapainya , termasuk diriku ini.

Di seluruh penjuru dunia ada cukup banyak orang yang berkategori starseed , mereka terdiri dari beragam suku , ras , agama dan latar belakang yang berbeda beda , semuanya dipersatukan oleh ikatan nur sejati yang merupakan rahmat bagi manusia dan semesta , karena itulah mereka selalu berusaha menjaga bumi dengan caranya sendiri , contohnya saat terjadi gempa besar di suatu wilayah maka mereka akan melakukan meditasi khusus untuk membersihkan energi negatif yang dikeluarkan gempa , kali ini mereka kembali melakukan meditasi khusus untuk mengatasi merebaknya wabah virus Corona yang dirasa semakin mengkhawatirkan , tidak tanggung tanggung meditasi khusus ini akan dilakukan secara serempak di seluruh dunia pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2020 berdasar zonasi waktu antar negara yang sudah dibagi bagi , untuk Indonesia sendiri meditasinya sudah ditetapkan pada jam 21.30 hingga jam 03.30 menjelang shubuh tanggal 22 Maret 2020 yang juga bertepatan dengan Isra Miraj rasullulah , nantinya meditasi global yang dilakukan secara serempak ini akan menghasilkan medan energi berupa pancaran cahaya putih yang saling terhubung di semua lokasi meditasi para starseed sedunia , diharapkan kota kota yang wilayahnya tercakup radius medan energi ini akan mengalami peningkatan vibrasi atomic yang dapat melenyapkan eksistensi virus Corona pada tingkatan molekular elektron , memang cara ini tidak akan bisa membasmi virus Corona secara total tetapi setidaknya bisa untuk mengurangi jumlah penyebarannya yang kian meluas dari hari ke hari.



Melalui aplikasi Zoom Cloud para starseed di seluruh dunia sudah saling memberitahukan persiapan masing masing , mulai dari Asia , Australia , Arabia , Eropa , Afrika , Russia hingga Amerika sudah saling berkoordinasi mempersiapkan tempat tempat yang akan digunakan meditasi serempak secara global , di Indonesia sendiri persiapannya berlangsung sejak hari Jumat tanggal 20 Maret 2020 dimana para starseed lokal yang tersebar di berbagai pulau sudah mempersiapkan lokasi serta segala tetek bengek untuk pelaksanaan meditasi global , sementara aku bersama Bang Priono dan rekan rekan paguyupan diberi wewenang untuk mengkoordinir para starseed yang bermukim di wilayah Batu , Malang Barat , Mojokerto dan Jombang , tadinya kami akan memilih tempat di wihara , masjid atau candi Majapahit , tetapi setelah dirembuk bersama akhirnya kami memilih tempat di salah satu resort kota Batu yang kebetulan sedang sepi sejak status lockdown ditetapkan , selain itu lokasinya berada di pegunungan yang tenang sehingga menunjang kekhusukan saat bermeditasi.



Para starseed yang datang terdiri dari bermacam orang yang jumlahnya cukup banyak , mulai sesepuh yang berlabel linuwih seperti para habib , mursyid , romo , pinisepuh , biksu dan pendeta hingga orang orang yang sekedar pelaku spiritual biasa seperti diriku ini , dengan niat yang kuat para starseed benar benar datang pada waktu yang telah ditentukan , begitu juga dengan lokasi meditasi di kota kota lain yang semuanya saling mengabari hingga acara benar benar dimulai secara serempak pada jam 21.30 malam.


Kami semua bermeditasi di area luar resort yang hawa udaranya sangat dingin , meskipun tubuh menggigil kami semua tetap duduk bersila sambil berusaha bermeditasi sekhusuk mungkin , sementara para sesepuh yang duduk bersila di depan terus memandu kami dengan mendaras doa dan mantra yang berbeda beda.

om ha ksa ma la va ra ya svaha

om dam sirta to kata bairavha ya sang sang sang ru ru ru hung hung hung phat soha

bismillahirrohmanirrohim.. ono jopo sewu.. jopo siji datan tumomo.. sing mandi japaku dhewe.. laa ilaa illallah muhammadurrosullulah..

shallallaahu alaihi wa sallam.. shifatullah qulhu sungsang tekenku poro malaekat.. nabiku nabi muhammad.. luputo kang diarah.. allahu akbar

Secara bergantian doa dan mantra terus didaraskan para sesepuh yang duduk di depan , resonansi suara yang terdengar secara perlahan menggetarkan chakra chakra dalam tubuh hingga terasa kram pada bagian tertentu , lama kelamaan tubuh tak lagi menggigil kedinginan tetapi justru terasa hangat dan rilek , begitu juga dengan pikiran yang terasa tenang tanpa ada bayangan apapun yang terlintas , pada tahap ini frekuensi gelombang otak sudah mencapai Alfa.

om namah shivaya... om namah shivaya...

Seiring doa dan mantra yang terus didaraskan kami semua semakin terlarut dalam kekhusukan meditasi , saat frekuensi gelombang otak sudah mencapai Theta secara perlahan tubuh astral masing masing orang mulai terlepas sendiri dari tubuh fisik yang masih duduk bersila di lantai , pada tahapan ini mata batin dapat melihat bahwa masing masing tubuh astral yang mengambang telah memancarkan cahaya keputihan yang tampak terang benderang , cahaya keputihan ini adalah medan energi bervibrasi tinggi yang jika diperkuat lagi akan semakin meluas radiusnya dan terhubung dengan pancaran energi dari lokasi lokasi lain yang digunakan meditasi.



Para sesepuh tak lagi mendaras doa dan mantra karena mereka baru saja melepaskan tubuh astralnya yang tadi masih ditahan dalam tubuh fisik , kini kami semua masih meneruskan meditasi secara astral dimana tubuh astral masing masing orang mengambang sekian meter dari tubuh fisik yang duduk bersila di lantai , sementara di sekeliling kami sudah tak terlihat apa apa lagi selain pancaran cahaya putih terang benderang yang memenuhi seisi bangunan resort.



Untuk memperluas radius pancaran cahaya putih ini kami semua harus memperkuatnya dengan energi dari chakra jantung , karena itulah jantung kami memancarkan sinar putih secara terus menerus dan berlangsung sangat lama , sementara itu beberapa orang bertumbangan karena kehabisan energi sehingga tubuh astral mereka langsung tertarik kembali ke dalam tubuh fisik , mereka yang sudah tumbang itu masih berusaha meneruskan meditasi walaupun tubuh astralnya sudah sulit untuk keluar lagi.

Entah sudah berapa jam berlalu kami sama sekali tak tahu , saat pancaran cahaya putih semakin meluas para sesepuh langsung memerintahkan untuk menyudahi meditasi , dengan tubuh astral yang sudah hampir kehabisan energi kami semua diajak terbang melihat kota Batu dari atas langit , ternyata radius cahaya putih yang kami hasilkan sudah hampir memenuhi seisi kota Batu dan terhubung dengan pancaran cahaya putih dari lokasi meditasi lain di kota Malang , Malang Selatan , Surabaya , hingga Pasuruan , ketika kami terbang lebih tinggi lagi barulah kami menyadari bahwa seisi pulau Jawa , Bali , Sumatra dan Kalimantan ternyata sudah saling terhubung pancaran cahaya putih dari tiap tiap lokasi meditasi , ternyata para starseed di Indonesia sudah berhasil menuntaskan tugasnya masing masing.




Untuk bisa melihat segala penjuru bumi kami harus terbang hingga mencapai lapisan stratosfer , karena itulah para sesepuh menyalurkan energinya kepada tubuh astral masing masing orang yang hampir kehabisan energi , begitu mendapat energi tambahan tubuh astral masing masing orang langsung terasa bertenaga hingga sanggup diajak terbang lebih tinggi sampai mencapai lapisan stratosfer , dari ketinggian ini terlihatlah bahwa seluruh penjuru bumi ternyata sudah dipenuhi pancaran cahaya putih terang benderang yang saling terhubung di berbagai negara , ternyata para starseed di seluruh dunia sudah menuntaskan tugasnya masing masing.



Saat masih melayang di stratosfer kami bertemu para starseed lain dari berbagai kota di Jawa , mereka juga baru saja menuntaskan meditasinya dan ingin melihat seisi bumi dipenuhi pancaran cahaya putih , sungguh benar benar indah memandangi bumi yang tampak terang benderang seperti ini.

" Kita tidak perlu melihat indahnya surga dari bumi karena tugas kita adalah membuat bumi terlihat indah dari surga "

Kata kata yang diucapkan seorang biksu sepuh terasa begitu menggetarkan jiwa , pada dasarnya setiap starseed diturunkan ke bumi untuk menciptakan keindahan , kedamaian dan ketentraman sebagaimana tatanan di surga , tentu saja itu tidak mudah karena kondisi bumi saat ini sudah penuh dengan kekacauan , kebusukan , kebobrokan dan kepedihan hingga rasanya tak beda jauh dengan neraka , hanya dengan bersatu padu kami semua berusaha membangun tatanan surga di dunia dengan cara kami sendiri.



Cukup lama kami melayang di stratosfer sambil memandangi seisi bumi yang dipenuhi cahaya putih terang , harapan kami seluruh wilayah yang terkena radius pancaran cahaya putih itu bisa terbebaskan dari merebaknya wabah virus Corona , eksistensi molekular elektron virus itu tak akan kuat terkena vibrasi atomic tinggi dari pancaran cahaya putih yang dihasilkan para starseed sedunia , memang virus itu tidak akan benar benar lenyap secara total tapi setidaknya bisa untuk mengurangi dampak penyebarannya , inilah cara kami untuk mengatasi apa yang tidak bisa diatasi secara fisik , paling tidak kami sudah berusaha dengan kemampuan kami daripada cuma sekedar diam menunggu keajaiban.

Vigo 
Maret 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar