LIVING IN BATU CITY - Power to the People

 

Suasana kota Malang dan juga Mbatu cukup sepi sejak ditetapkan status lockdown pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2020 , jalanan yang biasanya macet kini jadi lengang sementara orang orang tak banyak yang berkeliaran di luar rumah , hanya para pedagang , penjual makanan atau tukang ojol saja yang masih sering terlihat walaupun pemerintah sudah menghimbau agar semua orang berdiam diri di rumah , wajar saja himbauan itu dihiraukan oleh orang orang yang menggantungkan pendapatannya dari sektor non formal karena pemerintah hanya sekedar menghimbau tanpa memberikan bantuan dana apa apa , memangnya orang orang yang termasuk golongan wong cilik itu mau makan apa kalau tidak boleh mencari uang di luar.

Pada dasarnya wong cilik akan selalu menjadi korban keadaan , sebelum ada gonjang ganjing Coronapun kehidupan mereka sudah susah , sekarang ketika pemerintah secara tidak langsung sudah memberlakukan status semi lockdown maka dampaknya semakin membuat wong cilik menderita , belum lagi orang orang yang baru saja kehilangan pekerjaan juga tak akan bisa berbuat banyak untuk menyambung hidup yang semakin sulit diprediksi.

Bagaimana jika nantinya situasi jadi semakin memburuk dan pemerintah mau tidak mau harus menetapkan status total lockdown dalam jangka waktu yang cukup lama ??... skenario terburuk yang terjadi adalah kolapnya perekonomian negara ini yang sebelumnya juga sudah sekarat akibat resesi global dan permasalahan korupsi yang merajalela , ketika perenomian kolap maka bisa dipastikan akan terjadi banyak kriminalitas atau bahkan huru hara yang jauh lebih parah daripada peristiwa Mei 98 , akibat banyaknya orang yang lapar dan kehilangan pekerjaan akan membuat kekacauan massal yang tidak dapat ditanggulangi lagi , sementara korban dari kekacauan huru hara ini bukan lagi sebatas orang Tionghoa saja tetapi siapapun yang dianggap orang kaya dan punya harta.

Tentunya kita tidak ingin skenario terburuk itu terjadi , karena itulah people power harus terus bergerak menggalang berbagai macam aksi untuk meringankan beban sesama , mulai dari pembagian masker , obat , bahan pangan hingga berbagi rejeki dengan mereka yang kehilangan penghasilan , media sosial sudah terbukti efektif untuk menggalang aksi aksi seperti itu dan langsung terasa dampak positifnya , tidak perlu menunggu pemerintah yang dari dulu selalu blunder melakukan kebijakan karena pada dasarnya masih banyak orang orang berkesadaran tinggi di negeri ini , merekalah yang punya keberanian untuk berbuat kebaikan hingga menular pada lebih banyak orang lagi untuk sama sama bergandengan tangan mengatasi segala macam kesulitan.

Vigo 
Maret 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar