MALANG MYSTERIO - Astral Projection ke Gunung Panderman part 1

ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar pertengahan tahun 2010 ketika aku masih kuliah semester 7


" Kriiik !!... kriiikk !!... kriiikk !!... " riuh suara serangga yang hinggap di pepohonan pinus seolah menghibur kami berdua yang tengah asik bercengkrama sambil menikmati jagung bakar dan juga Milo hangat , hampir 2 jam kami nongkrong di kawasan wisata Payung ini dan hingga kini kami masih saja enggan beranjak dari sini , suasana khas pegunungan dengan udara yang sejuk serta rimbunnya pepohonan pinus di sekitar warung ini membuat kami betah berlama lama di sini , apalagi kami bisa melihat panorama kota Batu di kejauhan sana yang tampak begitu hijau dan permai.

Rani : " rani teh males mau pulang , masih betah di sini atuh mas "

Me : " tapi kita udah kelamaan di sini , kamu ngga pengen foto ? "

Rani : " mau atuh mas , tapi kalo mau foto teh enaknya dimana ? "

Me : " itu di luar , di emperan belakang "

Rani : " di situ mas ?!... ntar kotanya kelihatan ngga ? "

Me : " kelihatan dong "

Rani : " ya udah mas , foto sekarang aja yukz ! "

Me : " kamu abisin dulu deh milonya , abis foto kita langsung cabut "

Lekas saja kusiapkan kamera dan tripod yang kupinjam dari Niken sementara Rani menyeruput Milonya yang masih tersisa sedikit , sekejap kemudian kuajak doi menuju emperan belakang warung yang tak beratap dan letaknya agak meninggi , dari sini panorama kota Batu di kejauhan sana terlihat lebih jelas lagi tanpa terhalangi oleh lebatnya pepohonan pinus.

Rani : " sini mas ?! "

Me : " agak kiri dikit dong ! "

Rani : " oh iya iya "

Me : " jaketnya dilepasin aja ! "

Rani : " iya mas , bentar ya "

Sesaat doi melepas jaketnya yang berwarna biru dan terlihatlah kulit tubuhnya yang begitu putih mulus , sementara tank top warna pink dan juga celana 3/4 warna coklat yang dikenakannya tampak kian menyempurnakan pesonanya... pesona yang hingga detik ini masih tetap kukagumi.

Me : " gaya dong !!... masa cuma gitu doang ?! "

Rani : " malu atuh mas , ntar diliatin orang "

Me : " cuekin aja ! "

Rani : " iya deh "

Dari balik lensa kamera slr ini kuamati sosok kekasihku yang tengah berpose kecentilan itu , doi merenggangkan kedua tangannya lebar lebar sementara paras wajahnya yang mirip Herfiza Novianti itu terlihat begitu ceria , belum lagi senyuman manis dan juga tatapan matanya yang selalu membuatku terpesona saat melihatnya.

Rani : " mass ?!... cepetan atuh !! "

Me : " oyi beby "

Tanpa buang waktu segera kutekan tombol shutter berkali kali " slap !!... slap !!... slap !!... " berbagai pose gayanya yang berlatarkan panorama kota Batu telah terabadikan dengan sempurna.

Rani : " mass , kita foto bareng yukz ! "

Me : " bentar "

Setelah ribet mengatur mode self timer kamera kini waktunya bagi kami buat photo bareng , tanpa sungkan kupeluk doi dari belakang sambil kucium pipinya.

Rani : " ntar diliatin orang malu atuh mas "

Me : " biarin aja diliatin.. he.. he.."

Tanpa mempedulikan orang orang di warung tetap saja kami berpose mesra selama beberapa kali " slap !.... slap !.... slap !.... " terabadikan sudah kemesraan kami dan diakhiri dengan pose ciuman bibir sebagai penutup sesi photo kali ini.

Me : " kita cabut sekarang ! "

Rani : " tapi abis ini kita jalan jalan dulu yah ?! "

Me : " oyi beby "

Lekas saja saja kuberesi perlengkapan kamera lalu segera kubayar makanan dan minuman kami tadi , setelah ini aku akan mengajak doi jalan jalan keliling kota Batu sambil menikmati hari yang begitu cerah ini.

Kota Batu memang memiliki berjuta pesona alam yang menjadikannya sebagai kota wisata yang layak untuk dituju , setelah jalan jalan mengelilingi alun alun kali ini kuajak Rani menuju kebun strawberry di Kusuma Agro Wisata yang letaknya tak jauh dari Jatim Park , di sini kami bisa memetik buah strawberry segar langsung dari pohonnya sambil menikmati suasana khas pegunungan yang begitu elok.

Rani : " aku aja teh yang metikin stroberinya mas "

Me : " kamu pilih tuh yang warnanya merah banget "

Rani : " oh kalo warnanya pink berarti belum mateng ya mas ? "

Me : " iya , masih kecut rasanya "

Memilih buah strawberry adalah hal yang sangat gampang , tinggal petik saja yang warnanya merah gelap pasti buahnya sudah matang dan sempurna rasanya... apalagi strawberry di sini semuanya ranum ranum tak seperti yang dijual di supermarket , bungkusnya keren tapi buahnya kisut dan kecut.

Rani : " aku cicipin dulu mas "

Me : " enak ngga ? "

Rani : " raos pisan manisnya pas , nih cobain aja ! "

Lekas kugigit sebiji buah strawberry yang dipegang doi dan secara bergantian kami menggigitinya hingga akhirnya buah itu habis , rasanya benar benar manis dan tidak kecut sama sekali.

Rani : " kita metiknya banyak gak pa pa mas ? "

Me : " ngga pa pa dong , kan udah bayar tadi "

Rani : " ya udah , aku teh mau metik lagi yang banyak "

Rani tampak begitu bersemangat memetiki buah strawberry yang berada di kiri kanan kami , setiap biji yang dipetiknya akan langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik yang kubawa ini... tak sampai 15 menit kemudian kantong plastik ini telah penuh sesak hingga buahnya berjatuhan.

Me : " beb , kantongnya udah penuh nih "

Rani : " ya udah kalo gitu mas , kita foto lagi yukz ! "

Me : " okay beby "

Sesi photo di kebun strawberry inipun dimulai , segera saja kuletakkan kamera pada tripod sementara kami bersiap berpose berdua.

Rani : " mas , aku pengen digendong ! "

Me : " gendong belakang ya ? "

Rani : " iyah "

Emang manja banget pacarku ini , kali ini doi minta digendong di punggungku sementara jari tangannya yang membentuk huruf V terulur ke arah kamera , lalu " slap !.... slap !.... slap !.... " terabadikan sudah kebersamaan kami di tengah tengah kebun strawberry ini , apalagi kemegahan gunung Panderman yang menjadi latar turut menyempurnakan photo kami berdua.

Me : " beb ?!.. "

Rani : " naon mas ? "

Me : " kita foto ciuman lagi ya ? "

Rani : " mmm... ngga ada orang di sini mas ? "

Me : " ngga ada , cuma kita doang di sini "

Rani : " iya deh mas.. hi.. hi.. "

Me : " kamu turun dulu dong , aku mau bopong kamu di depan "

Rani : " iyah "

Sesaat aku sibuk mengatur self timer kamera lalu buru buru kubopong tubuh Rani , dengan erat aku membopong doi sementara kedua tangannya bergelayut manja di leherku.

Rani : " mas ?!.. katanya mau nyium aku ?! "

Me : " he.. he.. "

Dengan liar kembali kulumat bibir doi lalu " slap !... slap !... slap !.. " jepretan kamera baru saja berakhir namun tidak dengan ciuman ini , nafsu jiwa benar benar menjerat tanpa sanggup kami redam sedikitpun.

Rani : " mas , i love u so much "

Me : " i love u too beby "

Rani : " forever ?!.. "

Me : " forever dong "

Tak terasa hari telah beranjak semakin sore , kurasa sudah waktunya untuk beranjak meninggalkan tempat ini.... seperti biasanya kuajak kekasihku ini untuk menginap di hotel langgananku yang letaknya tak jauh dari gunung Panderman.

Awan tipis keputihan tampak menyelimuti puncak gunung Panderman yang berdiri menjulang di kejauhan sana , dari balkon lantai 3 hotel ini kunikmati pemandangan indah itu bersama Rani , sambil berdiri kulingkarkan tanganku mendekap erat pinggangnya , apalagi hawa udara pegunungan terasa begitu dingin.

Rani : " di sini teh alamnya indah pisan , meni waas atuh mas "

Me : " kamu suka ? "

Rani : " iyalah , apalagi sama kamu gini mas "

Me : " kamu bahagia ngga sama aku ? "

Rani : " ^_^ "

Melihat senyum manisnya itu selalu saja membuatku terbius , terlebih saat kutatap kedua matanya yang tampak berkilauan bagai berlian itu..... aku merasa sungguh beruntung bisa memiliki perempuan secantik ini , perasaan cinta yang kurasakan terhadap dirinya terasa berbeda daripada mantanku yang sudah sudah , kali ini ada rasa yang begitu tulus untuk mencintainya sepenuh hatiku.

Rani : " mmm.... aku boleh ngomong gak mas ? "

Me : " ngomong apa ? "

Rani : " aku teh takut kalo suatu saat kamu ngga cinta lagi sama aku mas , trus akhirnya malah ninggalin aku gitu aja "

Me : " kamu kenapa mikir gitu ?!.. kamu ngga percaya sama aku ?! "

Rani : " bukannya ngga percaya atuh mas , tapi aku teh takut kalo perasaan mas berubah "

Me : " ngga mungkin kalo perasaanku berubah , aku udah sayang banget sama kamu "

Rani : " tapi kan dari dulu banyak cewe yang deket ma kamu atuh mas !!.. apalagi anak band teh biasanya gitu , kabengbat hayang nyandung ka awewe "

Me : " aku ngga mungkin tergoda sama cewe lain , aku udah sepenuh hati cinta sama kamu... hatiku ini cuma buat kamu , buat kamu beby "

Rani : " mmm... janji ya mas bakalan setia terus sama aku ?! "

Me : " i promise , pokoknya kamu harus percaya sama aku "

Rani : " iyah , rani mah percanten sama kamu mas "

Sejenak kami saling bertatapan begitu dekat sementara hela nafas yang beradu di antara kami terasa seiring seirama , seakan menyiratkan bahwa hati dan jiwa kami telah menyatu padu.

Rani : " abdi nya'ah pisan ka anjeun mas , salawasna "

Me : " oh ?!... artinya apa ? "

Rani : " aku sayaaang banget sama kamu mas , selamanya "

Me : " buktinya apa dong kamu sayang aku ? "

Rani : " buktinya ?!... "

Tanpa berkata kata lagi doi langsung mengecup bibirku dan seketika kubalas melumat bibirnya , kedua matanya tampak terpejam menikmati ciumanku sementara tangan kirinya melingkar di balik kepalaku... di saat seperti ini rasanya begitu sempurna detik demi detik yang berlalu , hanyalah sang waktu saja yang bisa memahami apa yang dirasakan oleh sepasang insan yang sedang dimabuk asmara.

Menit demi menit terus berlalu sementara kami masih berciuman di atas balkon ini , kali ini gejolak yang kurasakan terasa begitu meletup letup dan aku semakin tak tahan ingin mencumbui Rani... kedua tanganku yang melingkar di pinggangnya perlahan mulai masuk ke balik tank top pink yang dikenakannya , dengan lembut jemariku mengelus perutnya yang begitu halus hingga perlahan kugerakkan telapak tanganku ke arah dadanya " mass ?!?!... " sesaat doi tersentak dengan apa yang kulakukan dan berusaha mencegah tangan kananku yang mulai menyelinap di balik bra yang dikenakannya.

Rani : " mass ?!... teu kenging kitu atuh ! "

Me : " c'mon beby ! "

Rani : " jangan di sini atuh mas ! "

Me : " ngga ada orang di sini , tenang aja "

Tak kupedulikan jika ada orang yang melihat apa yang kami lakukan di balkon ini , aku sudah terlanjur terbuai dan tak kuasa menahan hasrat untuk mencumbui Rani , tanpa ragu lekas kulumat lagi bibirnya sementara kedua tanganku mulai menyelinap di balik bra yang dikenakannya , dengan penuh nafsu aku terus meremasi kedua buah dadanya " ahh !.. ahh !.. " sesekali mendengar desahannya yang membuatku semakin bergairah lagi , sebelum akhirnya kuakhiri ciumanku di bibirnya dan berganti kuciumi kulit mulus lehernya " ahh !.. ahh !.. " begitu menggebu aku menciuminya hingga menimbukan bekas merah merah di permukaan kulit lehernya , sementara desahannya kian menjadi jadi seiring tubuhnya yang mulai menggelinjang dan membuat hasratku kian tak terbendung lagi.... tanpa buang waktu langsung kubopong tubuh Rani lalu kulangkahkan kaki menuju kamar , sambil berjalan tiada henti kupandangi paras wajahnya yang tampak tersipu itu.... kurasa doi juga sama tak sabarnya denganku untuk menikmati cinta dengan lebih intim lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar