ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar akhir tahun 2010 ketika aku masih kuliah semester 7
Jarak antara daerah Nawangan dengan teluk Pacitan ternyata lumayan jauh , alhasil Bang Renggo menyuruh kami untuk memegangi tangannya lalu " wuuuzzzz !!!! " keadaan sekeliling menjadi blur ketika kami melesat dengan kecepatan tinggi , sebelum akhirnya kami berhenti tepat di sebelah bangunan mercusuar yang berdiri menjulang di tepian pantai.
Pendik : " wah onok mercusuare vig "
Me : " puadang lampune yo ndik "
Keadaan sekeliling tampak jelas karena diterangi oleh lampu besar yang menyala nyala di puncak mercusuar , ternyata pantai ini adalah sebuah dermaga nelayan yang cukup luas , ada banyak perahu dan kapal beraneka ukuran yang tersebar dimana mana.
Me : " kelap kelip lampu perahunya bang "
Renggo : " ini dermaga tamperan vig namanya , sebelahan sama pantai teleng ria "
Me : " kalo gw belum pernah maen ke sini bang , trus ada apaan aja nih di sini ? "
Renggo : " ada kerajaan gaibnya vig , tapi agak jauhan lokasinya "
Steve : " tapi apa bisa kita nembus ke lapisan atas bang ?!... aku ngga pernah semedi lagi soalnya "
Renggo : " kerajaannya bukan di lapisan atas tapi di lapisan tengah stiv "
Steve : " lapisan tengah ?! "
Renggo : " kerajaannya ada di tebing deket muara pantai pancer , sebelahnya pantai teleng ria sono "
Entah kerajaan apa yang dimaksud Bang Renggo barusan , jika eksistensinya berada di lapisan tengah berarti sama saja dengan kampung Tirta Naga yang ada di waduk Karang Kates , padahal yang kutahu wilayah pesisir pantai di Pacitan termasuk dalam kekuasaan Ratu Kidul.
Me : " kerajaan ratu kidul atau apaan itu bang ? "
Renggo : " ntar lu juga tau sendiri vig "
Steve : " kita ke sana sekarang bang ? "
Renggo : " waktu kita masih banyak stiv , kita muter muter dulu liat dermaga ini aja "
Sementara kami urungkan dulu niat untuk mengunjungi kerajaan gaib itu , kini kami berempat terbang santai mengitari dermaga yang lumayan luas ini , di sini juga terdapat pelelangan ikan dan juga semacam spbu khusus buat kapal nelayan yang berukuran besar.
Pendik : " asik yo vig nyawang ngene iki "
(asik ya vig liat begini ini)
Me : " rame ndik , aku durung nate dolen mrene "
Ada keasikan tersendiri saat kami melayang rendah sambil menyaksikan segala aktivitas nelayan di dermaga ini , ada kapal yang baru saja tiba dan menurunkan ikan dalam jumlah banyak , ada juga sekelompok nelayan yang tengah beristirahat sambil ngopi , gitaran dan juga main kartu.
Renggo : " hidupnya nelayan ya kayak gitu , nyari duitnya di laut "
Me : " asik juga bang "
Cukup lama kami berempat mengitari dermaga yang masih tampak ramai ini , namun entah kenapa tiba tiba sukmaku mengalami gejala aneh " hahh !!... hahh !!... " pandangan mataku mulai berkunang kunang dan sesekali kurasakan guncangan ringan " hahh !!... hahh !!... " aku benar benar tak mengerti dengan apa yang kualami ini , tak sedikitpun aku sanggup meredam gejala aneh yang semakin menjadi jadi ini.
Steve : " mas vig ?!?... "
Pendik : " vig opo'o kon ?! "
Renggo : " wadduh vvig ?!? "
Me : " hahh !!!... ttulung bang !!.. "
Dengan paniknya ketiga temanku langsung memegangi tanganku erat erat namun guncangan ini terasa semakin hebat " hahhh !!.... hahh !!... " aku tak dapat melihat apa apa lagi , tak dapat mendengar apa apa lagi , yang terasa hanyalah guncangan hebat yang membuatku kian tak karuan " hahh !!... hahh !!.. " rasanya aku tak kuat lagi bertahan dari guncangan yang begitu hebat ini , sungguh aku benar benar tak kuat lagi.
Dengan gelagapan aku kembali terjaga " hahhh !!.... hahh !!... " nafasku tersengal sengal dan degupan jantungku tak beraturan , sementara tubuhku yang tadi duduk bersila kini telah terkulai di atas karpet dan basah oleh keringat " hahhh !!!... hahh !!!... " ketika kubuka mata tampak sesosok cewe yang menatapku dengan raut muka cemas , rupanya Rani pacarku datang ke kosan dan menggagalkan astral projection yang kulakukan... guncangan yang kualami tadi pastilah gara gara ulahnya yang menggoyangkan tubuhku berkali kali , hingga akhirnya sukmaku tertarik secara paksa dan kembali masuk ke tubuhku ini.
Rani : " mas ?!?... mas kunaon teh ?!?... rani kuatir atuh mas "
Me : " hahh !!.. hahh !!... "
Rani : " mas teu nanaon kan ?!? "
Me : " ahh !!... cepetan ambilin air !! "
Rani : " oh air ?!.. iya iya mas keantosan sakedap "
Begitu Rani menyodorkan segelas air aku langsung mereguknya hingga bertumpahan " ahh !!... ahh !!... " sejenak kuatur kembali nafasku yang tersengal sengal dan juga degupan jantungku yang tak beraturan ini , selama beberapa menit aku mencoba memulihkan kondisi sementara Rani menyeka keringat di mukaku dengan menggunakan tisu.
Rani : " teu nanaon kan mas ?!? "
Me : " ahh !!.... kamu ngapain bangunin aku ?!?! "
Rani : " kan kita mau nonton ke matos mas "
Me : " nonton ke matos ?!?... "
Dengan rasa dongkol aku memarahi Rani habis habisan , astral projection yang kulakukan tadi jadi berantakan gara gara ulahnya... lebih konyolnya lagi ia membangunkanku hanya gara gara acara nonton ke Matos.
Rani : " maafin rani atuh mas , rani teh ngga tau kalo jadi gini "
Me : " kamu kan bisa nunggu sampe kelar ! "
Rani : " kan filmnya mau main bentar lagi , ntar kalo kita kehabisan tiket gimana atuh mas ?! "
Me : " kita ngga usah nonton !! "
Rani : " kunaon atuh mas ?!.. kan udah janji malem ini nontonnya ?! "
Me : " kamu ngga liat aku kayak gini ?!... besok kan bisa "
Rani : " huff !!... ya udah kalo gitu mas , nontonnya isukan wae teu nanaon... trus sekarang rani teh mesti ngapain biar mas baikan ?! "
Me : " ini , kamu pijitin dulu pundakku ! "
Rani : " pijitin mas ?!.. iya iya rani pijitin mas "
Kini sambil duduk selonjoran kunikmati pijitan lembut dari pacarku ini , sementara Steve dan Pendik tampak masih duduk bersila di sebelah kananku.... sukma mereka masih berada di teluk Pacitan bersama sukmanya Bang Renggo , bisa jadi saat ini mereka tengah mengunjungi kerajaan gaib yang berada tak jauh dari dermaga nelayan tadi.
Rani : " steve sama mas pendik juga lagi ngastral ya mas ? "
Me : " iya , tadi bareng aku "
Rani : " ouw ?!... ngastralnya kamana atuh mas ?!.. trus ketemu apaan aja ? "
Me : " ke planet mars , ketemu alien "
Rani : " ihh ngaco !!... rani mah teu percanten "
Me : " beneran , tadi ada alien cewe geulis pisan "
Rani : " yee !!!... sono pacaran aja sama alien ! "
Me : " he.. he.. "
Untuk sementara kulupakan soal kerajaan gaib di teluk Pacitan itu , lagipula aku juga tak mungkin menyusul ke sana.... lebih baik kutunggui sukmanya Pendik dan Steve kembali ke sini , biar nanti mereka yang bercerita padaku.
Rani : " rani teh kuatir kalo kamu ketemu hantu kayak film insidious itu mas , serem pisan ihh "
Me : " biarin aja ketemu demit , biar mati sekalian "
Rani : " yee !!... jangan ngomong gitu atuh mas , kalo kamu mati trus aku sama siapa dunk ?!?... "
Me : " sama mas gendruwo sana.. he.. he... "
Rani : " mass ?!?... jahat !! "
Me : " he.. he.. "
Saking asiknya dipijitin tak terasa sekarang sudah jam 8 malam lewat , sementara Pendik dan Steve tak kunjung terjaga juga... sepertinya apa yang mereka jumpai di teluk Pacitan begitu menarik sehingga mereka betah berlama lama di sana , bisa jadi saat ini mereka tengah dijamu makanan enak dan dilayani dayang dayang cantik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar