MALANG MYSTERIO - Eric dan Katrina part 3

Jam 10 malam lewat Steve dan Danang telah tiba di kosanku , kini di dalam kamar aku dan Steve bersiap siap melakukan prosesi astral projection sementara Danang menunggu di ruang tamu.

Steve : " siap mas ? "

Me : " oke "

Menit demi menit terus berlalu saat aku mencoba untuk melepaskan sukmaku , ketika telah berhasil kudapati sukmanya Steve tengah melayang di hadapanku.

Steve : " berangkat sekarang mas ? "

Me : " inget tampangnya katrina kan ? "

Steve : " aku inget kok mas "

Daya ingatku yang tak sebaik Steve membuatku sulit untuk mengingat wajah Katrina secara detil , kubiarkan Steve yang menentukan tujuan jarak jauh dengan cara membayangkan wajah Katrina.

Steve : " pegangan mas ! "

Me : " oke ayo ! "

Kupegangi lengan Steve seerat eratnya lalu " wuuuzzz !!! " tembok kamarku langsung tertembus dan dalam sekejap kami melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi , sementara keadaan sekeliling tampak blur selama beberapa detik " wuuuzzz !!! " begitu cepat kami melesat hingga akhirnya kami terhenti dan segalanya mulai terlihat normal lagi , ternyata kami telah berada di sebuah kamar yang cukup gelap dan pengap.... yang mengejutkan adalah saat kami mendapati bahwa di hadapan kami telah berdiri sesosok gadis berambut panjang yang mengenakan daster warna biru , tak salah lagi dia adalah Katrina.

Di dalam kamar yang cukup gelap ini kami saling berpandangan dengan Katrina , wajahnya sama persis dengan yang ada di photo namun raut mukanya tampak murung dan pucat , begitu juga tatapan matanya yang tampak sayu... ia terlihat memendam kepedihan yang sangat mendalam.

Steve : " diem dulu mas , jangan ditanyain dulu "

Me : " oyi "

Selama beberapa menit kami berdua hanya diam membisu sembari menatap Katrina yang berdiri mematung di hadapan kami , sebelum akhirnya ia menyapa kami terlebih dahulu.

Katrina : " kalian siapa ? "

Steve : " aku steve "

Me : " aku vigo dek "

Katrina : " ngapain ke sini ?!.. ini kamarku "

Steve : " ini di pontianak kan ? "

Katrina : " iya , ini pontianak "

Selain gelap dan pengap kondisi kamar ini juga sangat kotor , barang barangnya tertutup debu sementara dindingnya dihasi sarang laba laba , kurasa kamar ini adalah tempat dimana Katrina bunuh diri dan tak pernah lagi ditempati semenjak kematiannya.

Steve : " kamu punya kakak namanya eric ? "

Katrina : " kkak eric ?!?... hikz !.. hikz !... "

Katrina langsung menangis tersedu ketika Steve menyinggung soal Eric , sepertinya ia merasa kangen dengan kakaknya yang kini telah berbeda dimensi dengannya itu.

Katrina : " kkak eric dimana ?!.. aaku kangen sama dia.. hikz !... hikz !... "

Steve : " kamu tenang dulu katrina , kak eric temennya mas vigo ini "

Katrina : " kak vigo ttemennya kak eric ?!... "

Me : " iya dek , aku temennya eric "

Katrina : " aaku kangen sama kak eric... hikz !.. cuma kak eric yang sayang aku... hikz !.. ttolong ajak dia ke sini !... hikz !.. dia gak pernah pulang lagi... hikz !.. aaku kangen kak eric !!... aaku kangen !! "

Me : " gimana stiv ? "

Steve : " katrina , kita gak bisa ajak eric ke sini tapi kita bisa ajak kamu ketemu kak eric di malang "

Katrina : " kkak eric masih kuliah di malang ?!.. "

Steve : " pokoknya kalau kamu ikut ntar bisa ketemu sama dia "

Katrina : " mmau... hikz !... aaku mau ikut !!... hikz !... aaku mau ketemu kak eric ! "

Steve : " ayo sini pegangin tanganku ! "

Tanpa ragu Steve mengulurkan tangan kanannya pada Katrina , kini dengan langkah gontai Katrina berjalan mendekati Steve dan kemudian menggenggam erat tangannya.

Steve : " mas sekarang aku pegang tanganmu , kita langsung balik ke malang , ke kosannya eric "

Me : " sekarang gw yang bayangin muka eric ? "

Steve : " kan aku ngga kenal sama dia "

Me : " oke "

Tadinya rencana kami hanyalah untuk menemui Katrina saja tanpa perlu mengajaknya ke Malang , tapi berhubung terlanjur seperti ini ya sekalian saja dia ikut.... kurasa tak ada salahnya jika ia menemui kakak yang sangat dirindukannya itu.

" wuuuzzz !! " dengan sangat cepat kami melesat kembali ke Malang hingga dalam sekejap mata kami telah tiba di kamarnya Eric yang sempit dan dipenuhi kepulan asap ganja , seperti malam malam sebelumnya Eric tampak teler berat dan terkulai tak berdaya di kasurnya.

Me : " itu kakakmu "

Katrina : " kaaak ?!?... kaakk eric ?!?... ini katy di sini kak ?!.. "

Dengan panik Katrina menghampiri kakaknya dan mencoba untuk membelai rambutnya atau memeluk tubuhnya , tapi sia sia saja.... tangan Katrina hanya menembusi tubuh dan kepala Eric tanpa menghasilkan kontak fisik sama sekali.

Katrina : " kaakk ?!?... kaak eric ?!?.. ini katy di sini kak ?!?.. hikz !!... hikz !!.. "

Me : " gimana stiv ? "

Steve : " biarin dulu mas "

Sungguh memilukan melihat apa yang ada di hadapan kami saat ini , seorang adik perempuan yang telah terpisah dimensi dengan kakak yang dirindukannya kini hanya bisa menangis tersedu tanpa bisa menyentuh ataupun berbicara sama sekali... Eric tak akan bisa merasakan sentuhan atau mendengarkan suara Katrina yang kini tengah duduk bersimpuh di sebelahnya.

Katrina : " kaakk eric ?!?.. hikz !!.. katy di sini kaak ?!.. katy pengen sama kakaak terus !!... "

Eric : " .... "

Jujur saja aku merasa trenyuh melihat Katrina menangis tersedu di sebelah kakaknya yang tengah teler berat itu , sedari tadi ia terus meraba raba sekujur tubuh Eric dan berharap kakaknya itu dapat menyadari keberadaannya.

Steve : " kematian itu ya kayak gitu mas , pisah dimensi gak bisa ngapa ngapain lagi "

Me : " gw ngerti stiv "

Steve : " katrina butuh badan fisik biar bisa nyentuh atau ngomong sama eric "

Me : " maksud lu ? "

Steve : " kita cepetan balik ke kosan trus ke sini lagi sama mas danang "

Me : " kita tinggal katrina di sini ? "

Steve " iya , ntar kita pinjemin badannya mas danang biar dia bisa kontak fisik sama kakaknya "

Me : " lu mau masukin katrina ke badannya danang ? "

Steve : " mediumisasi sebentar aja mas , aku ngga tega soalnya "

Me : " bahaya ngga ? "

Steve : " ngga , aman aja "

Me : " boleh tuh stiv , gw juga gak tega liat dia nangis kayak gitu "

Kami punya rencana baru dan untuk sejenak waktu Katrina akan kami tinggalkan di kamarnya Eric dulu , segera saja kami meniatkan untuk kembali ke tubuh masing masing lalu " wuuuzzz !!! " sekejap kemudian kami telah terjaga dan saling berpandangan , sebelum akhirnya kami berdiri lalu keluar dari kamar.

Danang : " stiv ?!.. udah ketemu katrina lu ?! "

Steve : " udah mas , sekarang lagi ada di kamarnya eric "

Danang : " lu ngajakin dia ikutan ?! "

Steve : " aku punya rencana sendiri mas "

Dengan sedikit persuasif Steve membeberkan rencananya pada Danang , gayungpun bersambut karena si Danang tak masalah tubuhnya dipinjam sebentar agar Katrina bisa berinteraksi dengan Eric.

Danang : " demi eric gak masalah stiv , kali aja dengan cara kayak gini dia bisa bangkit lagi "

Steve : " ayo berangkat sekarang mas ! "

Me : " gw mau keluarin mobil dulu "

Dengan tergesa kukeluarkan mobilku dari halaman kosan , tanpa buang waktu kami segera meluncur menuju kosannya Eric... dalam hati aku benar benar berharap bahwa apa yang kami lakukan ini akan mengubah keadaan jadi lebih baik , baik bagi Eric maupun Katrina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar