LIVING IN BATU CITY - Menjelang Lockdown

 

Sebulan lalu aku masih menganggap enteng wabah virus Corona yang waktu itu baru menginfeksi penduduk kota Wuhan , tapi kini pada bulan Maret 2020 situasinya benar benar sudah diluar dugaan dan tak bisa dianggap enteng lagi , begitu cepatnya wabah virus Corona menyebar hingga memaksa berbagai negara termasuk Indonesia untuk menetapkan status lockdown yang berarti isolasi secara total , bahkan kota Malang dan Mbatu yang jumlah suspectnya kian bertambah rencananya juga akan segera menetapkan status lockdown yang otomatis akan membuat lumpuh berbagai sendi kehidupan terutama dalam hal perekonomian , jika sampai hal itu terjadi maka pasokan sembako dan bbm akan sulit didapat atau harganya akan melambung tinggi karena jumlah supply tidak akan sebanding dengan demand , tak mengherankan kalau belakangan ini orang orang di Malang atau Mbatu mulai memborong sembako sebanyak yang bisa mereka beli , begitu juga dengan diriku yang pada akhirnya juga harus ikut ikutan seperti mereka sekedar untuk berjaga jaga kalau situasinya nanti semakin memburuk.



Salah satu ruangan di rumahku kini sudah penuh dengan timbunan stok sembako yang baru saja kuborong , mulai dari beras , mie instan , air mineral , minyak goreng , sosis , nugget , gula , kopi , telur , elpiji dan lain sebagainya , mungkin aku pantas dihujat atas apa yang kulakukan ini tetapi sesungguhnya aku hanya ingin melakukan yang terbaik di tengah situasi yang terburuk , terus terang aku takut melihat situasi kota Malang dan Mbatu yang sudah diambang lockdown , tempat tempat wisata sudah ditutup semua , kampus dan sekolahan juga sudah diliburkan semua , hotel sudah sepi hingga karyawannya banyak yang terpaksa harus dirumahkan , begitu juga dengan stasiun dan terminal yang sekarang sudah semakin sepi hingga membuat sejumlah bus dan angkot tak lagi beroperasi seperti biasanya , satu satunya yang masih ramai hanyalah swalayan supermarket atau pusat perbelanjaan dimana orang orang berlomba untuk memborong sembako sebanyak yang bisa mereka beli , fenomena panic buying seperti ini sering jadi bahan hujatan di media tetapi memang seperti inilah naluri dasar manusia untuk bertahan hidup.

Akhir kata aku menghimbau untuk selalu berhati hati dalam mengantisipasi segala ancaman marabahaya virus Corona serta dampak dampak perubahan situasi yang ditimbulkan , semoga kita semua dapat melalui masa masa buruk ini dengan selamat.

Vigo 
Maret 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar