Pagi memulai hari
Kabut tebal menyelimuti
Tutupi mentari yang sembunyi
Masih urung tuk berseri
Menit menit terlalui
Perlahan mentari mulai berseri
Cerahkan hari gairahkan diri
Diiringi burung riuh bernyanyi
Kebun sawah terhampar indah sekali
Terolah tangan terampil para petani
Tak pernah lelah menanam rizki
Kehidupan slalu tercukupi
Kulihat gunung megah berdiri
Birunya langit memayungi
Jadilah bergetar lubuk sanubari
Kagumi karya sang Illahi
Apalah yang kurasa kini
Hanyalah hidup yang sejati
Penuh arti tuk dijalani
Serasa hangat regukan kopi
Kutuang semua dalam puisi
Larutkan hari dalam inspirasi
Resapi makna tak bertepi
Tertambat hati di Bumiaji
Vigo
Februari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar